"Sebelum kecelakaan, Edi habis dari tempat kakaknya di Spring Hill Kemayoran," kata Kasat Lantas Jakarta Utara AKBP Darmanto dikantornya, jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Kamis (12/6/2014).
Lanjutnya, usai dari Kemayoran, Edi bertolak menuju ke PIK untuk makan bubur langganannya.
"Pas perjalanan ke PIK dia dapat telepon dari istrinya bahwa anaknya kekunci di kamar mandi dan hal itu membuat dia gugup," terangnya.
Akibat kegugupannya, saat ia mengemudikan mobil sportnya tersebut dengan kecepatan tinggi ia kehilangan konsentrasi. "Saat itu juga ia langsung kehilangan kendali dan menabrak gadril sebelah kiri dan menjadi oleng ke kiri. Setelah itu ia menabrak pada bagian belakang sebelah kiri truk boks," jelasnya.
"Setelah ditabrak Lamborghini, truk boks mental kemudian Lamborghini nabrak gadril sebelah kanan. Sedangkan setelah nabrak gadril, Lamborghini melintir terus nabrak gadril lagi dan setelah itu berhenti," ungkap Darmanto.
(tfn/mpr)











































