Pimpinan Golkar Harus Klarifikasikan Jajaran Pengurusnya
Rabu, 22 Des 2004 15:27 WIB
Jakarta - Kader Golkar Ferry Mursidan Baldan menyarankan pimpinan Partai Golkar mengklarifikasi posisi orang-orang yang masuk dalam kepengurusan periode 2004-2009, terutama nama-nama yang sebelumnya sudah dipecat oleh DPP."Kalau Munas menerima pertanggungjawaban DPP berarti pemecatan yang dilakukan DPP juga diterima. Itu artinya pengurus DPP ada yang harus diklarifikasi posisinya," kata Ferry yang juga Ketua Komisi II DPR RI usai acara peluncuran buku di Gedung Nusantara III, MPR/DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu, (22/12/2004). Selain itu, sejumlah pengurus yang belum memenuhi masa bakti lima tahun, menurut fungsionaris Partai Golkar ini, juga harus dikaji lagi karena telah melanggar AD/ART. "Jadi personelnya harus dirapikan lagi," kata dia.Ditanya, apakah susunan pengurus Partai Golkar hasil munas akan membuat posisi eksekutif dan legislatif hanya sekedar tempelan saja, dia membantahnya. Menurutnya, kesan tempelan tersebut harus bisa dibuktikan. "Itu tidak benar," tandasnya.Ferry sendiri menegaskan, meski tidak masuk dalam kepengurusan DPP periode 2004-2009, dia akan mengoptimalkan perannya di DPR. Hal ini tidak tergantung apalah dia masuk dalam jajaran pengurus DPP atau tidak.Mengenai posisinya yang sering disebut-sebut sebagai orangnya Akbar Tandjung, mantan Ketua Umum Golkar, Ferry hanya menegaskan, bahwa saat ini dirinya masih dipercaya oleh partai."Saat partai tidak memberikan kepercayaan lagi masa mau dipaksakan. Saya patuh pada kebijakan partai," katanya.Saat ditanya kabar yang menyebutkan ia akan masuk ke Mega Center, Ferry membantahnya.
(umi/)











































