Baliho Prabowo-Hatta di Pantura Dirusak, Tim Sukses Lapor Panwas dan Polisi

Baliho Prabowo-Hatta di Pantura Dirusak, Tim Sukses Lapor Panwas dan Polisi

- detikNews
Selasa, 10 Jun 2014 13:10 WIB
Baliho Prabowo-Hatta di Pantura Dirusak, Tim Sukses Lapor Panwas dan Polisi
Jakarta - Sejumlah baliho calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut satu Prabowo-Hatta di jalur Pantura dirusak dengan cara disobek. Sobekan tersebut cukup besar dan hanya menyisakan gambar atau foto Prabowo-Hatta sedangkan tulisan sudah tidak terbaca.

Dari pantauan di lokasi di wilayah Demak, Selasa (10/6/2014) setidaknya ada lima baliho yang berada di tepi jalan pada lajur arah Demak-Semarang mulai dari desa Karangtengah. Di dekat perbatasan memasuki Kota Semarang juga terdapat baliho yang ย disobek.

Rata-rata sobekan tersebut berada di bawah gambar atau foto Prabowo-Hatta sedangkan tulisan yang ada di sana sama sekali sudah tidak bisa dibaca. Sementara itu di jalur alternatif Semarang-Yogyakarta yaitu sebelum Sigarbencah Semarang, spanduk panjang Prabowo-Hatta disobek memanjang tepat di tengah.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Jateng Sriyanto Saputro mengatakan pengerusakan yang diketahui sejak Senin (9/6) kemarin itu sudah mulai menyebar. Di Demak setidaknya ada 30 baliho dan spanduk yang dirusak.

"Dari laporan teman-teman daerah, ada di Demak, Solo, dan Magelang. Bahkan hari ini menerima laporan di Semarang juga ada," kata Sriyanto saat dikonfirmasi detikcom.

Sriyanto menambahkan, di Semarang pengerusakan tidak hanya dengan disobek namun juga menutup tulisan pada baliho Prabowo-Hatta dengan warna hitam sehingga sama sekali tidak terbaca.

"Indikasinya ini terus meluas," tandasnya.

Menanggapi hal itu, pihaknya akan menempuh jalur hukum dengan melaporkannya ke Panwaslu dan Pihak kepolisian. Sementara pelaporan baru dilakukan oleh tim pemenangan daerah Demak dan akan disusul daerah lain yang terdapat pengerusakan serupa.

"Masing-masing tim pemenangan daerah melapor ke polres dan panwaslu. Di Demak sudah," ujar Wakil ketua DPD Partai Gerindra Jateng itu.

Menurut Sriyanto pengerusakan itu menandakan kepanikan karen elektabilitas Prabowo terus naik dan dukungan rakyat semakin meluas setelah mengetahui visi misi dan program nyata dari Capres dan Cawapres nomor urut satu.

"Ini aksi provokatif yang tidak elegan, dan tidak memberi pendidikan politik yang baik kepada rakyat," tegasnya.

Ia pun menghimbau agar para pendukung dan relawan Prabowo-Hatta agar tidak terpancing emosi karena pengerusakan itu. "Jangan terprovokasi, kita serahkan saja kepada pihak berwajib," tutupnya.

(alg/ndr)


Berita Terkait