Ronny mengatakan, perwira tinggi yang dimaksud itu adalah Komjen Budi Gunawan. Komjen Budi saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Kepolisian (Kalemdikpol) Polri. Pati Polri peraih lulusan terbaik 1983 itu juga pernah menjadi ajudan Megawati Soekarno Putri saat menjabat Presiden RI ke-5.
"Pak Budi Gunawan sudah memberikan klarifikasi langsung ke Irwasum dan beliau juga (Budi Gunawan) yang meminta saya menyampaikan klarifikasi ini," kata Ronny di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (9/6).
Menurut Ronny, Komjen Budi malam itu baru selesai menggelar rapat dengan beberapa staf Lemdikpol. Usai rapat mereka berniat mencari tempat makan.
"Jam 21.00, jam segitu tidak banyak restoran yang buka. Dan hanya restoran itu yang buka," kata Ronny.
Saat di restoran yang dituju itulah Ketua Bidang Hukum DPP PDIP Trimedya Panjaitan dan beberapa rekannya berada terlebih dahulu. "Pak Trimedya yang lebih dahulu melihat dan memanggil beliau. Pertemuannya tidak direncanakan," kata Ronny.
Adalah hal wajar, ujar Ronny, ketika Budi Gunawan dan Trimedya beramah tamah. Trimedya adalah anggota Komisi III yang membidangi masalah hukum yang mana Polri ada di dalam lingkup komisi tersebut. "Pak Tri bagi pejabat utama Polri sudah bukan orang yang tidak dikenal, beliau sudah menjadi mitra Polri karena merupakan anggota Komisi III DPR RI," ujar Ronny.
Terlebih lagi, lanjur Ronny, aktivitas yang dilakukan Budi dilakukan di ruang terbuka dan bukan ruang tertutup. Selain itu, dalam perbincangan antara keduanya tidak ada hal-hal berbau politik yang dibicarakan.
"Tidak ada hal bernuasa politik praktis seperti yang dicurigai masyarakat. Faktanya memang bertemu tapi tidak direncanakan," papar jenderal bintang dua ini.
Sementara itu, Ketua FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono di Mabes Polri mengatakan dirinya secara tidak sengaja menemukan adanya pertemuan antara Budi Gunawan dan Trimedya. Di menyebut pembicaraan yang dilakukan keduanya berlangsung sekitar sejam dan tampak serius.
Adapun Arif berada di restoran tersebut bersama beberapa rekannya untuk konsolidasi terkait rencana aksi yang menyuarakan netralitas TNI-Polri. Dia mengaku lebih dulu berada di sana. "Kebetulan bicarakan netralitas TNI/Polri ketemu contoh ini," katanya.
Saking terlihat serius, Arif lantas menaruh curiga terkait pertemuan keduanya. Namun, dari sejam pembicaraan dirinya hanya mengambil dua momen foto dan semenit video.
Meski dia mengaku kenal dengan Trimedya dan tahu sosok Budi Gunawan, dia tidak mengkonfirmasi terkait pertemuan keduanya. "Saya tidak mengkonfirmasinya," ujar Arif.
(ahy/ndr)











































