3 Orasi Prabowo tentang Pandawa Vs Kurawa Saat Kampanye

3 Orasi Prabowo tentang Pandawa Vs Kurawa Saat Kampanye

- detikNews
Minggu, 08 Jun 2014 16:52 WIB
3 Orasi Prabowo tentang Pandawa Vs Kurawa Saat Kampanye
Jakarta - Dengan suara lantang dan tegas, Capres Prabowo Subianto berorasi di hadapan pendukungnya yang menyemut. Ia menyelipkan kisah pewayangan Mahabharata saat membakar semangat pendukungnya untuk meraih kemenangan di Pilpres 2014.

Prabowo mengajak pendukungnya untuk berpolitik secara santun. Ia juga memberikan wejangan kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang baik dan berbakti kepada negara bagaikan 'ksatria Pandawa, bukan bagai Kurawa yang menghalalkan segara cara demi jabatan semata.

Berikut 3 momen orasi Prabowo tentang satria Pandawa:

1. Koalisi Satria Pandawa

Bagi Prabowo Subianto, pemilihan presiden dan wakil presiden 9 Juli nanti ibarat perang Bharatayudha yang melibatkan satria Pandawa dan Kurawa. Pandawa dalam lakon tersebut adalah satria yang baik, luhur dan berbakti pada negara.

Sementara Kurawa merupakan kumpulan satria yang jahat, dan licik yang menghalalkan segala cara untuk meraih jabatan. Calon presiden yang diusung koalisi Partai Gerindra, Partai Golongan Karya, PPP, PAN, PKS dan PBB itu mengklaim dirinya sebagai satria Pandawa.


"Kalian tau kan ciri khas Kurawa? Mencla-mencela. Matanya tidak bisa lurus," kata Prabowo saat berpidato di depan warga di Terminal Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (8/6/2014).

Prabowo pun meminta rakyat berbondong-bondong turun dan waspada karena sekarang ini banyak fitnah yang dilancarkan ke dia. Namun dia percaya masyarakat sekarang sudah pintar dan tak gampang percaya pada fitnah.

Kepada warga di lereng Gunung Lawu itu, Prabowo berpesan agar rakyat tidak golput alias golongan putih di pemilihan presiden dan wakil presiden pada 9 Juli nanti. Pasalnya jika tak memilih, maka suara mereka akan diambil calon lain.

Dia juga meminta warga untuk tak mudah terbujuk oleh rayuan politik uang. "Kalau ada yang menawarkan uang, ambil saja uangnya tapi tetap pilih nomor 1 (Prabowo-Hatta)," kata Prabowo.

1. Koalisi Satria Pandawa

Bagi Prabowo Subianto, pemilihan presiden dan wakil presiden 9 Juli nanti ibarat perang Bharatayudha yang melibatkan satria Pandawa dan Kurawa. Pandawa dalam lakon tersebut adalah satria yang baik, luhur dan berbakti pada negara.

Sementara Kurawa merupakan kumpulan satria yang jahat, dan licik yang menghalalkan segala cara untuk meraih jabatan. Calon presiden yang diusung koalisi Partai Gerindra, Partai Golongan Karya, PPP, PAN, PKS dan PBB itu mengklaim dirinya sebagai satria Pandawa.


"Kalian tau kan ciri khas Kurawa? Mencla-mencela. Matanya tidak bisa lurus," kata Prabowo saat berpidato di depan warga di Terminal Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (8/6/2014).

Prabowo pun meminta rakyat berbondong-bondong turun dan waspada karena sekarang ini banyak fitnah yang dilancarkan ke dia. Namun dia percaya masyarakat sekarang sudah pintar dan tak gampang percaya pada fitnah.

Kepada warga di lereng Gunung Lawu itu, Prabowo berpesan agar rakyat tidak golput alias golongan putih di pemilihan presiden dan wakil presiden pada 9 Juli nanti. Pasalnya jika tak memilih, maka suara mereka akan diambil calon lain.

Dia juga meminta warga untuk tak mudah terbujuk oleh rayuan politik uang. "Kalau ada yang menawarkan uang, ambil saja uangnya tapi tetap pilih nomor 1 (Prabowo-Hatta)," kata Prabowo.

2. Ingkar Janji = Kurawa

Prabowo Subianto menyatakan agar jangan memilih pemimpin yang ingkar janji dan mencla mencle. Pemimpin yang baik menurutnya berkomitmen dan tegas dalam bersikap untuk memberikan contoh ke masyarakat.

"Jangan pilih yang pagi tahu, sore tempe. Yang suka ingkar janji adalah para kurawa. Kalian mau dipimpin kurawa, sengkuni, durna-durna? Jangan pilih pemimpin antek asing dan mencla mencle," kata Prabowo dalam orasinya di Lapangan Desa Gading, Gunung Kidul, Yogyakarta, Sabtu (29/3).

Dia menyebutkan Pemilu adalah pilihan dengan hati nurani. Satu suara dalam Pemilu menurutnya menentukan nasib bangsa ke depan. Prabowo ingin masyarakat obyektif melihat persoalan bangsa harus diselesaikan. Sebagai negara besar, masyarakat Indonesia harus bisa bangkit dan mengejar ketertinggalan dengan negara lain.

"Pemilu itu nanti pilihan antara pandawa dan kurawa. Antara yang benar dan tidak benar, antara lurus dan tidak lurus, antara tidak mencla mnecle dan mencla mencle," ujar Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia HKTI itu.

Dalam orasinya, Prabowo juga menyindir pihak yang terlalu doyan main bisnis investasi saham. Padahal, permainan saham ini tidak dipahami dan memberi keuntungan kepada rakyat kecil. Hal ini yang membuat kesenjangan antara strata sosial kekayaan dan kemiskinan di masyarakat berbagai daerah.

"Kalian punya saham? Saya tidak punya saham. Apalagi Pak Suhardi yang enggak main saham," katanya.

2. Ingkar Janji = Kurawa

Prabowo Subianto menyatakan agar jangan memilih pemimpin yang ingkar janji dan mencla mencle. Pemimpin yang baik menurutnya berkomitmen dan tegas dalam bersikap untuk memberikan contoh ke masyarakat.

"Jangan pilih yang pagi tahu, sore tempe. Yang suka ingkar janji adalah para kurawa. Kalian mau dipimpin kurawa, sengkuni, durna-durna? Jangan pilih pemimpin antek asing dan mencla mencle," kata Prabowo dalam orasinya di Lapangan Desa Gading, Gunung Kidul, Yogyakarta, Sabtu (29/3).

Dia menyebutkan Pemilu adalah pilihan dengan hati nurani. Satu suara dalam Pemilu menurutnya menentukan nasib bangsa ke depan. Prabowo ingin masyarakat obyektif melihat persoalan bangsa harus diselesaikan. Sebagai negara besar, masyarakat Indonesia harus bisa bangkit dan mengejar ketertinggalan dengan negara lain.

"Pemilu itu nanti pilihan antara pandawa dan kurawa. Antara yang benar dan tidak benar, antara lurus dan tidak lurus, antara tidak mencla mnecle dan mencla mencle," ujar Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia HKTI itu.

Dalam orasinya, Prabowo juga menyindir pihak yang terlalu doyan main bisnis investasi saham. Padahal, permainan saham ini tidak dipahami dan memberi keuntungan kepada rakyat kecil. Hal ini yang membuat kesenjangan antara strata sosial kekayaan dan kemiskinan di masyarakat berbagai daerah.

"Kalian punya saham? Saya tidak punya saham. Apalagi Pak Suhardi yang enggak main saham," katanya.

3. Pandawa Tidak Balas Kejahatan

Di depan ratusan pendukungnya, calon presiden Prabowo Subianto bicara tentang kampanye hitam atau black campaign. Ia mengajak pendukung Prabowo-Hatta agar membalas black campaign dengan kebaikan.

"Kalau ada yang sebarkan black campaign, tak perlu dibalas dengan black campaign. Balas dengan kebaikan. Semakin jahat, balas dengan kebaikan. Tunjukkan bahwa kita satria pandawa supaya masyarakat lihat siapa kurawa," kata Prabowo, Rabu (28/5/2014).

Hal itu ia sampaikan di acara Silaturahmi Guu Besar, Ulama, Tokoh, dan Relawan Jabar di Gedung Sentral Bisnis Koperasi, Jl. Soekarno Hatta, Bandung.

"Walau kita waspada tapi jangan terlibat hal negatif, jangan terpancing. Hati boleh panas, kepala harus dingin. Kita yakin menang karena kita di jalan yang benar. Kita percaya didukung yang benar. Yang akan menang bukan mereka yang suka bohong dan ingkar janji, " ujarnya.

Prabowo yang datang tampa didampingi Hatta Rajasa kembali mengeluarkan sindiran-sindiran. Ia menyinggung tentang pemimpin boneka negara asing.

"Kami berjuang agar anak-anak ibu jadi warga negara yang terhormat. Jadi tuan di rumahnya sendiri. Negara yang tidak minta-minta dari negara lain. Negara yang tidak jadi bonekanya negara lain," tegasnya.

"Ada yang mengatakan orang baik akan dikalahkan oleh orang jahat yang pintar beroganisasi. Saya minta semua elemen yang mendukung saya agar mengorganisir diri dengan baik," pesannya.

3. Pandawa Tidak Balas Kejahatan

Di depan ratusan pendukungnya, calon presiden Prabowo Subianto bicara tentang kampanye hitam atau black campaign. Ia mengajak pendukung Prabowo-Hatta agar membalas black campaign dengan kebaikan.

"Kalau ada yang sebarkan black campaign, tak perlu dibalas dengan black campaign. Balas dengan kebaikan. Semakin jahat, balas dengan kebaikan. Tunjukkan bahwa kita satria pandawa supaya masyarakat lihat siapa kurawa," kata Prabowo, Rabu (28/5/2014).

Hal itu ia sampaikan di acara Silaturahmi Guu Besar, Ulama, Tokoh, dan Relawan Jabar di Gedung Sentral Bisnis Koperasi, Jl. Soekarno Hatta, Bandung.

"Walau kita waspada tapi jangan terlibat hal negatif, jangan terpancing. Hati boleh panas, kepala harus dingin. Kita yakin menang karena kita di jalan yang benar. Kita percaya didukung yang benar. Yang akan menang bukan mereka yang suka bohong dan ingkar janji, " ujarnya.

Prabowo yang datang tampa didampingi Hatta Rajasa kembali mengeluarkan sindiran-sindiran. Ia menyinggung tentang pemimpin boneka negara asing.

"Kami berjuang agar anak-anak ibu jadi warga negara yang terhormat. Jadi tuan di rumahnya sendiri. Negara yang tidak minta-minta dari negara lain. Negara yang tidak jadi bonekanya negara lain," tegasnya.

"Ada yang mengatakan orang baik akan dikalahkan oleh orang jahat yang pintar beroganisasi. Saya minta semua elemen yang mendukung saya agar mengorganisir diri dengan baik," pesannya.
Halaman 2 dari 8
(aan/erd)


Berita Terkait