Hal tersebut ditunjukkan pada simulasi yang digelar di lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian Semarang. Dalam simulasi tersebut diceritakan pengamanan dilakukan dengan menyisir lokasi kampanye dan meneliti kandungan makanan yang akan disuguhkan. Kemudian rintangan pertama bagi capres dan cawapres yang akan berkampanye di Lapangan Pancasila Semarang yaitu tembakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal.
Dalam aksi tersebut kepiawaian petugas yang melakukan pengamanan ditunjukkan dengan balasan tembakan dan aksi drift mobil pengaman maupun mobil VVIP yang mengangkut pasangan capres dan cawapres. Rombongan kemudian melewati jalan alternatif menuju lokasi kampanye untuk menghindari gangguan.
Di lokasi kampanye, gangguan terjadi ketika massa pendukung yang diperankan oleh polisi berbaju preman membuat onar. Pengawal dan petugas keamanan segera membawa capres yang sedang berorasi ke dalam mobil dan meninggalkan lokasi.
Kemudian diceritakan pula pada kampanye berikutnya, pasangan capres dan cawapres yang berbeda juga melakukan kampanye di Semarang, tepatnya di Stadion Diponegoro. Pasangan capres dan cawapres itu juga ditembaki bahkan ban mobil VVIP terkena tembakan sehingga mereka dipindahkan ke mobil lain dan segera meninggalkan lokasi.
Kali ini pasangan tersebut juga mengalami gangguan saat berkampanye karena massa pendukung disusupi pengacau yang hendak menyerang pasangan capres dan cawapres. Petugas segera menghalau dan mengamankan tamu penting itu ke dalam mobil. Lalu saat rombongan berjalan, tiba-tiba capres tersebut mengalami sakit yang menyebabkan tidak bisa meneruskan kegiatan.
Mengetahui hal itu, mobi Dokpol yang berada di barisan belakang langsung menuju mobil VVIP dan dokter dari kepolisian melakukan pemeriksaan. Capres itu kemudian dibawa menggunakan mobil Dokpol. Karena kondisi yang semakin parah, capres yang sakit itu harus dibawa ke RS Kramat Jati Jakarta.
Mobil Dokpol kemudian membawa capres ke lapangan Bhayangkara setelah ada koordinasi untuk membawa Capres menggunakan helikopter. Sebelum helikopter polisi mendarat, turun dua petugas bersenjata menggunakan tali untuk pengamanan, setelah mobil Dokpol tiba, capres tersebut segera dibawa ke Jakarta. Aksi simulasi pun selesai.
Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali mengatakan simulasi yang dipraktikkan oleh 150 personel polisi tersebut merupakan wujud kesiapan Polda Jateng dalam pengamanan capres dan cawapres saat berkampanye di wilayah Jawa Tengah. Menurutnya keamanan akan makasimal jika TNI, Polri, tim sukses, dan masyarakat bisa bekerjasama dengan baik.
"Ya ini skenario terjelek, semoga semua ini tidak benar-benar terjadi," kata Kapolda di lapangan Bhayangkara, Akpol Semarang, Kamis (5/6/2014)
(alg/try)











































