Presiden SBY menilai ada sejumlah menteri yang mulai sibuk kampanye dan meninggalkan pekerjaannya. Menurut Syarwan, jika kinerja seorang menteri dinilai tidak maksimal seharusnya sebagai presiden, SBY bisa langsung menggantinya.
"Sebenarnya enggak usah disindir-sindir gitu. Kalau salah ya dipanggil saja langsung dan ngomong. Menteri-menteri itu kan bawahan. Memang dipilih dia sebagai Presiden. Kalau salah ya suruh mundur saja. Tegas aturan dan jangan abu-abu," ujar Syarwan di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Rabu (4/5/2014).
Purnawirawan TNI bintang tiga itu menyebut, tawaran mundur jika tak bisa kerja secara maksimal seharusnya disampaikan sebelum kabinet berjalan atau minimal ada semacam kontrak politik.
Sementara terkait status Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan yang juga menjabat Ketua Harian Tim Prabowo-Hatta, Syarwan menilai tidak ada yang salah dengan pilihan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Apalagi Zulkifli Hasan sejauh ini masih bisa fokus membagi tugasnya baik selaku menteri ataupun timses Prabowo-Hatta. "Saya jarang lihat Zulkifli di sini. Kalaupun ke sini kan dia paling malam setelah dari kantor kementerian. Masih bisa bagi waktu dia lah," kata pria yang juga mantan Menteri Dalam Negeri itu.
(erd/nia)











































