"Saya belum mendengar, tanyakan saja pada yang bersangkutan," kata Sekjen PPP Romahurmuziy kepada detikcom, Rabu (4/6/2014).
Politikus yang akrab disapa Romi ini mengaku jarang bertemu dengan Djan meski keduanya juga sama-sama terlibat dalam Tim Pemenangan Prabowo-Hatta. Posisi Djan sebagai dewan penasihat di tim pemenangan tidak mengharuskan dirinya mengikuti rapat harian.
"Posisi dewan penasihat dan dewan pakar tidak merupakan bagian dalam pemenangan sehari-hari. Jadi tidak diwajibkan hadir dalam acara-acara konsolidasi. Sejauh yang saya tahu, beliau lebih banyak bertugas di kementerian," kata pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Strategi Tim Pemenangan Prabowo-Hatta.
Presiden SBY kembali mewanti-wanti menteri yang jadi timses capres agar tetap fokus bekerja untuk pemerintahan. Jika tak bisa mengatur fokus, SBY mempersilakan para menteri mengundurkan diri.
"Baca baik-baik ini, jika menjadi tim sukses sehingga tidak mungkin melaksanakan tugas kementerian yang menjadi tanggung jawabnya, tentu saudara bisa memilih barangkali untuk tidak melanjutkan keberadaan di kabinet ini atau mengundurkan diri," kata Presiden SBY di di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (4/6/2014).
(trq/trq)











































