"Itu (boarding call yang dikurangi di Bandara Juanda) mengurangi dan melatih konsumen baca dan dia punya arloji. Tapi kan masih ada melalui papan. Jadi nggak sepenuhnya hilang," jelas Plt Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Santoso Edi Wibowo.
Hal itu disampaikan Santoso usai Focus Group Discussion (FGD) tentang 'Implementasi Perlindungan Konsumen Berdasarkan UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan', di Hotel Peninsula, Jl Letjen S Parman, Jakarta Barat, Selasa (3/6/2014).
Menanggapi protes yayasan tunanetra yang menganggap peniadaan boarding call itu sebagai bentuk diskriminasi, Kemenhub meminta agar para difabel tidak khawatir. Pihak bandara atau maskapai akan menyediakan petugas khusus untuk melayani para difabel.
"Itu memang biasanya mereka tidak sendiri dan ada yang mengawal. Dan Bandara Juanda tidak meniadakan tapi hanya mengurangi. Jadi masih bisa (didengarkan boarding call). Namun kalau terlalu sering kan penumpang lain kan terganggu kalau mau telepon," tuturnya.
Pengumuman peniadaan informasi penerbangan secara audio ini bisa dilihat dari spanduk yang dipasang di Bandara Juanda, seperti ketika detikTravel berada di sana, Jumat (30/5/2014). Fotonya diambil di terminal keberangkatan domestik Bandara Juanda.
Dalam spanduk tersebut tertulis, 'Mulai 1 Juni 2014 Akan Ditiadakan Pengumuman Untuk Naik Pesawat Udara/Boarding Call'. Spanduknya terpampang di atas dinding dan terlihat jelas. Masih dari spanduknya, peniadaan Boarding Call disebutkan bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan para penumpang. Lalu, para penumpang juga diimbau agar memperhatikan waktu naik pesawat yang tertera pada boarding pass.
Alasan peniadaan boarding call merujuk ke bandara di Singapura. "Kalau kita melihat bandara lainnya yang sudah mapan seperti Changi, boarding call-nya sudah dihapus. Jadi kita merujuk pada layanan yang dilakukan bandara terbaik di kelas dunia," ujar Humas PT Angkasa Pura (AP) I Hendy Heriyudhitianto, dalam perbincangan kepada detikcom, Sabtu (31/5/2014).
Menurut Hendy, pihaknya ingin untuk menambah kenyamanan penumpang dengan ditiadakannya boarding call. Apalagi di Bandara Juanda jadwal penerbangan sangat padat. "Karena di Juanda jadwal penerbangan sangat padat, suara-suara tidak akan berhenti," kata Hendy.
Sedangkan Trikora Harjo, Manager PT Angkasa Pura I cabang Bandara Juanda mengatakan boarding call ini dibatasi. Namun, informasi audio itu akan diberlakukan saat berada didalam waiting room.
βUntuk pengumuman penerbangan itu tetap ada. Tapi, hanya diberlakukan di dalam waiting room saja,β ujar dia saat dihubungi detikcom, Sabtu (31/5/2014)
(nwk/mad)











































