Setelah Pemulung, Kini Warga Desa Urunan untuk Prabowo-Hatta

Setelah Pemulung, Kini Warga Desa Urunan untuk Prabowo-Hatta

- detikNews
Senin, 02 Jun 2014 17:00 WIB
Setelah Pemulung, Kini Warga Desa Urunan untuk Prabowo-Hatta
Jakarta - Ribuan Relawan Prabowo-Hatta yang tergabung dalam berbagai komunitas telah mengumpulkan dana secara gotong royong untuk membantu memenangkan pasangan nomor urut satu itu. Setelah komunitas pemulung, kini yang urunan adalah komunitas warga desa.

Ketua Sukarelawan Mandiri (Salam) Prabowo, Budiman P Sophian, mengungkapkan, sementara ini sudah ada 3 komunitas yang telah membentuk posko-posko relawan di seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia. Posko-posko itu menerima sumbangan untuk mendukung Prabowo-Hatta. Berikut beberapa posko tersebut:

1. Posko PASADENA bergerak sejak 4 tahun yang lalu, dengan jumlah posko sebanyak 3.000 dan 7.000 retail di Jawa Tengah dan Jawa Timur, terkumpul Rp 105.000.000.

2. Posko SALAM PRABOWO yang sejak 12 april lalu sudah memulai membuka posko-posko di daerah seluruh Indonesia dan luar negeri sebanyak 1.800 posko dan bisa terkumpul sebanyak Rp 350.183.500

3. Posko PIYE KABARE yang juga bergerak di bulan April telah memiliki 1.450 posko di seluruh Indonesia dengan urunan warganya sebanyak Rp 276.000.000.

"Jadi saat ini telah terkumpul Rp.731.183.500 yang telah digunakan untuk pembuatan spanduk, kaos dan sosial media. Jumlah ini akan terus bertambah seiring berdirinya posko-posko baru," ujar Budiman dalam siaran pers, Senin (2/6/2014).

"Yang terhormat Bapak Prabowo dan Bapak Hatta, jangan anda meminta sumbangan. Kami anak Negeri siap Urunan tanpa harus diminta!" imbuh Budiman.

Urunan warga desa sengaja dideklarasikan pada hari ini (2/6) untuk mengenang kelahiran sekaligus kematian Presiden Soeharto. Momen kelahiran dan kematian Presiden Soeharto disebut Budi sebagai momen penting untuk Indonesia.

"Deklarasi hari ini adalah untuk mendedikasikan perjuangan panjang sang bapak pembangunan, tak ada gading yang tak retak. Beliau mungkin tak lepas juga dari salah, layaknya manusia biasa. Namun kita harus akui bahwa beliau memberikan andil yang sangat besar untuk Negeri tercinta ini," ujar Budiman.

(zal/trq)


Berita Terkait