"Ada 7 ide buat moral dan 7 ide buat negara dari Slank. Itu yang kita kasih. 5 lembar ada 4 poin, revolusi mental, manifesto Slank, dan dua 7 ide itu," kata Bimbim di markas Slank, Gang Potlot, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2014).
Penabuh drum band yang berusia lebih dari 30 tahun itu menjelaskan isi manifesto slank yaitu hidup sederhana dan mencintai alam. Ia menyebutnya sebagai intisari Pancasila yang diperluas melalui gaya Slank.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau tak secara terang-terangan mendukung Jokowi-JK, Slank punya alasan sendiri di balik penyerahan revolusi cinta itu ke pasangan capres-cawapres yang diusung PDIP, NasDem, PKB, Hanura dan PKPI itu. Menurut Bimbim, Slank melihat bangsa Indonesia membutuhkan capres muda yang lebih fresh.
"Kita butuh capres baru, muda dan fresh. Kita harus mencari dan hati-hati salah memilih. Kita punya pengalaman panjang. Reformasi belum tuntas, kita buka keran kebebasan tapi sudah salah kaprah," ujar Bimbim.
Slank, menurut Bimbim, akan menarik dukungannya jika Jokowi-JK terpilih menjadi presiden dan wakil presiden. Rencana itu dipilih karena Slank ingin menjadi bagian dari parlemen jalanan yang mengawasi pemerintahan, siapapun presidennya.
"Mungkin seminggu setelah jadi presiden, kita jaga jarak. Tugas Slank, siapapun presidennya, kita parlemen jalanan tetap harus mengkritisi. Biar bagaimanapun kekuasaan kalau nggak ada penyeimbangnya pasti akan jadi pasif," tutup Bimbim.
(vid/mpr)











































