"Karena kita harus dari pintu ke pintu. Yang kita perlu daratnya, karena dari udara kalah," seru Jokowi.
"Duitnya juga kalah," imbuhnya.
Hal ini disampaikan Jokowi saat meresmikan Posko Tim Koordinasi Nasional Jokowi-JK di Jalan Cik Ditiro 43, Jakarta Pusat, Senin (26/5/2014). Jokowi menekankan, banyaknya relawan harus diorganisir agar langkahnya terarah.
Tak hanya itu, dia meminta ada korlap di setiap organisasinya untuk memastikan proses kampanyenya.
"Kemudian setiap korlap ada yang tanggung jawab TPS. Buatkan daftar, siapa yang sudah didatangi, Bu Agus, Bu Ani, Pak Bambang, dilist. Jadi tahu," jelas Jokowi.
"Misalnya, sampaikan Pak Bambang, sampaikan ada capres di sini, Jokowi-JK, kelebihannya ini. Yang di sana ini ini. Nggak usah disebutkan sudah tahu kan. Pak Bambang, pilih yang mana? Sebelum dijawab, arahkan, pilih Jokowi-JK saja. Kalau sudah pilih, Pak Bambang oke langsung cek list," tuturnya.
Menurut Jokowi, kampanye door to door akan lebih efektif daripada mengumpulkan masa yang juga akan mahal biayanya.
"Kalau di GBK, ngumpulin minimalnya Rp 8 Miliar. Duit siapa? Ga punya saya," tutur Jokowi.
"Makanya door to door. Kalau itu dilakukan, kita lihat saja siapa yang menang. Nggak perlu takut. Nggak punya uang, nggak punya TV jangan takut," imbuhnya bersemangat.
(sip/trq)










































