Akbar-Amien Turun Panggung, Gus Dur-Mega Mungkin Bertahan
Senin, 20 Des 2004 16:37 WIB
Jakarta - Karir politik Akbar Tandjung boleh dibilang sudah habis, setelah gagal mempertahankan singgasana ketua umum Partai Golkar. Akbar menyusul Amien Rais yang sebelumnya juga telah menyatakan akan mundur dari panggung politik. Sementara, Gus Dur dan Megawati, kemungkinan masih bertahan. Akbar, Amien, Megawati, dan Gus Dur, merupakan empat tokoh yang telah memoles dunia politik Indonesia pasca kejatuhan rezim Soeharto. Nama keempat tokoh politik ini selalu muncul dan jadi perbincangan sampai pemerintahan Mega-Hamzah usai.Sesaat setelah Soeharto turun dari kursi presiden, wajah keempat tokoh ini juga sering dinikmati melalui media massa oleh masyarakat. Amien, Gus Dur, dan Mega dikenal sebagai tokoh Forum Ciganjur pada tahun 1999 lalu, bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dan pada tahun 2000, Akbar Tandjung juga dilibatkan dalam Forum Ciganjur babak selanjutnya. Di tahun 1999, saat Sidang Umum MPR berlangsung, Amien, Akbar, Gus Dur, dan Mega menjadi empat tokoh yang disebut-sebut sebagai aktor politik penting. Melalui jurus-jurus politik yang mereka mainkan, akhirnya keempatnya menempati pos penting sebagai pejabat negara. Gus Dur menjadi presiden, Megawati menjadi wakil presiden, Amien menjadi ketua MPR, dan Akbar Tandjung menjadi ketua DPR. Keempatnya berangkat dari partai politik yang berbeda. Gus Dur dari PKB, Mega dari PDIP, Akbar dari Golkar, dan Amien dari PAN. Tahun 2001, empat sekawan ini pecah. Kepemimpinan Gus Dur dianggap gagal. Demo marak di mana-mana. Akhirnya, melalui Sidang Istimewa MPR, Gus Dur dilengserkan, dan Mega dinaikkan sebagai Presiden. Hamzah ditetapkan sebagai wakil presiden mendampingi Mega. Amien dan Akbar disebut-sebut sebagai pihak yang berperan penting dalam pagelaran SI ini. Setelah Mega menjadi presiden, Gus Dur tetap tidak mundur dari panggung politik. Dia tetap menjadi bagian penting dari PKB. Komentar Gus Dur yang tanpa tedeng aling-aling tetap laku di mana-mana. Gus Dur masih bersinar di jagat politik, meski tidak mempunyai jabatan sebagai pejabat negara. Menjelang pemilihan presiden 2004, keempat tokoh ini mencoba untuk saling berebut kursi presiden RI. Akbar bertempur di konvensi Partai Golkar, tapi dipecundangi Wiranto. Gus Dur gagal meraih tiket calon presiden, setelah KPU menyempritnya. Amien sempat menjadi calon presiden berpasangan Siswono Yudo Husodo dalam pemilihan presiden tahap pertama. Sementara Mega sempat masuk ke pemilihan presiden babak kedua, meski akhirnya kalah melawan SBY. Setelah gagal meraih kursi presiden 2004-2009, keempat tokoh ini memiliki jalan berbeda-beda. Amien Rais memilih akan kembali ke kampus dan kembali bergiat di pendidikan dan dakwah. Amien yang kini masih menjabat ketua umum DPP PAN juga tidak akan mempertahankan jabatannya di parpol bergambar Matahari itu. Februari 2005, dalam Kongres PAN II, Amien akan lengser. Akbar Tandjung tampaknya tetap berusaha mempertahankan posisinya sebagai ketua umum Partai Golkar. Berbagai upaya telah dilakukannya. Namun, M Jusuf Kalla terlalu tangguh buat Akbar. Impian Akbar untuk tetap menjadi orang nomor satu di Golkar buyar dalam Munas VII Golkar yang berakhir Minggu (19/12/2004) kemarin. Akbar tampak shock dengan hal ini. Istri Akbar juga berurai air mata. Sementara Megawati yang kini masih menjadi ketua umum DPP PDIP tampak masih ragu, mau mempertahankan posisinya atau tidak. Sumber mengatakan, Megawati tidak akan mau dicalonkan kembali sebagai ketua umum PDIP dalam Kongres PDIP di Bali April 2005. Namun, sumber lain, Megawati akan tetap maju sebagai ketua umum, karena dukungannya masih luar biasa besar. Gus Dur? Gus Dur tampaknya tidak kehabisan energi untuk membuat langkah-langkah yang mengagetkan. Awal Desember lalu, Gus Dur masih tetap ingin berpengaruh di struktur PBNU. Dia pun mendukung calon tertentu. Tapi, kubu Gus Dur kalah melawan kubu Hasyim Muzadi.Posisi Gus Dur di PKB juga masih kuat. Bahkan, menurut sumber, Gus Dur yang akan menentukan kapan muktamar PKB akan digelar. Rencananya, muktamar PKB akan digelar tahun 2005. Namun, bulannya masih menunggu keputusan Gus Dur. Tampaknya, Gus Dur juga masih berkeinginan untuk menjadi ketua dewan syuro PKB periode selanjutnya. Praktis, dari keempat tokoh ini, tampaknya hanya Mega dan Gus Dur yang akan tetap berkecimpung di jagat politik di periode mendatang. Mega masih ada kemungkinan bisa bertarung dalam pemilihan presiden 2009, karena usianya masih 58 tahun. Sementara Gus Dur, meski sudah berusia 65 tahun, tapi masih enerjik. Sementara Amien dan Akbar, sudah memastikan akan bergelut di bidang lain. Amien mengaku sudah tua, karena kini berusia 60 tahun. Dia tidak akan terjun ke dunia politik lagi. Akbar juga sudah berusia 60 tahun. Dia juga telah memberikan gambaran akan beraktivitas di luar bidang politik. Akbar mengaku sudah lama bergelut di bidang politik dan beberapa kali sudah merasakan jabatan-jabatan penting di era Presiden Soeharto, Presiden Habibie, Presiden Gus Dur, dan Presiden Megawati.
(asy/)











































