Kubu Prabowo-Hatta Dinilai Lemah di Indonesia Timur

Kubu Prabowo-Hatta Dinilai Lemah di Indonesia Timur

- detikNews
Kamis, 22 Mei 2014 13:41 WIB
Kubu Prabowo-Hatta Dinilai Lemah di Indonesia Timur
Jakarta - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa akan menghadapi tantangan yang berat di Indonesia bagian timur. Pasalnya figur keduanya, maupun tokoh yang ada di tim pemenangan tidak ada yang mewakili kawasan tersebut.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari melihat tak adanya figur yang mewakili Indonesia bagian timur menjadi salah satu kelemahan duet Prabowo-Hatta.

"Itu kelemahan tim sukses Prabowo-Hatta, itu bisa saja belum disadari, belum ketemu figur atau memang dilepas sama sekali. Saya menduga ini tidak disadari," kata Qodari saat berbincang dengan detikcom, Kamis (22/5/2014).

Memang di tim pemenangan pasangan yang diusung oleh Partai Gerindra, PAN, PPP, PKS dan Golkar itu ada nama Jenderal (Purna) George Toisuta. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu bisa saja mewakili Maluku, namun daya tariknya tak begitu kuat.

Menurut Qodari, pasangan Prabowo-Hatta bisa saja memaksimalkan bergabungnya Partai Golongan Karya. Kawasan Indonesia bagian timur selama ini dikenal sebagai basis partai berlambang pohon beringin itu. Apalagi sejumlah tokoh Golkar sangat populer di kawasan tersebut.

"Misalnya di Sulawesi Selatan Sahrul Yasin Limpo, di Gorontalo ada Fadel Muhammad, mereka itu populer di sana," papar Qodari.

Hanya upaya kubu Prabowo-Hatta untuk memanfaatkan mesin politik di Golkar tak mudah. Apalagi Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden yang mendampingi Joko Widodo (Jokowi) sangat populer di Indonesia bagian timur. Fakta ini masih ditambah dengan adanya perpecahan di tubuh Golkar.

Meski sang Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie menyatakan mendukung duet Prabowo-Hatta, namun sejumlah kader muda dan tokoh senior partai tersebut justru 'mbalelo'. Mereka memilih mendukung pasangan Jokowi-JK.

(erd/rmd)


Berita Terkait