Soal Teror, Menhan Minta Thailand Tidak Sudutkan RI

Soal Teror, Menhan Minta Thailand Tidak Sudutkan RI

- detikNews
Senin, 20 Des 2004 12:32 WIB
Jakarta - Menhan Juwono Sudarsono meminta Thailand tidak menyudutkan Indonesia dalam kaitan aksi terorisme kelompok garis keras di negara tersebut. Keterlibatan kelompok itu dalam latihan-latihan di Indonesia harus bisa dibuktikan.Menhan Juwono mengungkapkan hal itu usai memberi penghargaan bintang Yudha Dharma Utama kepada Panglima AB Brunei Darussalam di kantor Menhan, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin, (20/12/2004).Diakui Menhan, di masa lampau memang ada temuan di beberapa tepat di Indonesia yang dijadikan tempat lahitan orang-orang yang terlibat tindak kekarasan."Tetapi keterlibatan orang Thailand di tempat itu perlu pembukian, tidak hanya pembuktian hukum tapi juga pembuktian intelejen yang kuat. Kita bisa pahami kekhawatiran Thailand akan aksi terorisme oleh kelompok garis keras, tapi jangan sampai menyudutkan Indonesia. Kalau menyudutkan kita akan protes," tegas Menhan.Pernyataan Menhan ini terkait dengan pidato PM Thailand Thaksin Shinawatra, Sabtu, pekan lalu, yang mengungkapkan, sejumlah kelompok radikal di Indonesia harus turut bertanggung jawab atas aksi kekerasan di wilayah Selatan Thailand. Kelompok radikal ini dikatakan turut menghasut permusuhan antar umat beragama dan pemerintah di Bangkok.Dalam pidatonya, Thaksin juga mengatakan, kelompok ini merupakan lulusan sekolah agama Islam di Indonesia. Hal serupa juga pernah ditudingkan Thaksin untuk Malaysia.Atas tudingan ini, Menhan menyerahkan sepenuhnya masalah tersebut kepada Deplu RI. "Saya kira itu diserahkan ke Pak Menlu (Hasan Wirajuda) saja," tegas Menhan. Namun, yang jelas, menurut Menhan, di mana-mana memang ada kelompok radikal seperti itu, tidak hanya di Thailand atau Malaysia saja. Sebab pada tahun 1980-an, kelompok-kelompok ini sudah menyusun suatu masyarakat Islam di Asia Tenggara."Sebelumnya memang ada warga negara Indonesia, tapi juga ada warga negara Thailand. Jadi kalau mau adil di setiap negara Asteng ada juga orang-orang seperti itu," katanya. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads