Polisi Buru Pemilik 4.500 Butir Ekstasi di Diskotek Stadium

Polisi Buru Pemilik 4.500 Butir Ekstasi di Diskotek Stadium

- detikNews
Selasa, 20 Mei 2014 16:33 WIB
Jakarta - Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat tengah memburu seorang pengedar narkotika dan seorang sekuriti diskotek Stadium, Tamansari, Jakarta Barat, atas dugaan kepemilikan 4.500 butir pil ekstasi dan senjata api. Barang bukti itu disimpan dalam loker.

"Saya tidak sebut namanya, ada dari dalam oknum sekuriti dan pengedarnya sedang dicari dua-duanya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Dikatakan Rikwanto, Stadium menyewakan loker-loker tersebut kepada para pengunjung diskotik untuk menyimpan barang-barang seperti tas.

"Penyewa loker ini diduga pengedar narkotika yang bekerja sama dengan oknum sekuriti di situ," ungkapnya.

Lebih lanjut, Rikwanto mengatakan, pihaknya masih memburu keduanya untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika di diskotik tersebut.

"Ini masih kita selidiki semuanya," pungkasnya.

Razia dilakukan pada Sabtu 16 Mei 2014 dini hari, atau satu hari setelah peristiwa kematian Bripda JVG akibat overdosis di diskotek tersebut. Dari hasil razia, polisi tidak hanya memeriksa pengunjung tetapi juga menggeledah loker di diskotek tersebut.

Rikwanto menyebut, pihaknya rutin melakukan razia baik secara terbuka maupun tertutup dengan cara silent operation. Dari sekian banyak upaya razia yang dilakukan, seringnya polisi hanya menemukan pengunjung yang sudah teler ketika memasuki diskotek.

"Ada tiga hal yang kita temukan. Pertama, pengunjung datang ke sana sudah konsumsi di luar sehingga di sana tinggal telernya, kedua ada pengedar kecil di sana yang menjual ke pengunjung-pengunjung dan terakhir, terakhir pihak stadium juga sediakan loker disediakan dan penyewa taruh barang-barangnya di situ yang ternyata isinya narkotika dan senjata api," bebernya.

Pihak kepolisian berkomitmen, razia serupa juga akan dilakukan ke diskotek-diskotek lainnya. Polisi menengarai, hal serupa bisa saja terjadi di diskotek lain.



(mei/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini