Tersangka Bom Kuningan Sebelumnya Bertemu di Masjid Depkop
Minggu, 19 Des 2004 12:50 WIB
Jakarta -
Para tersangka pelaku peledakan bom di depan Kedubes Australia, tanggal 9 September lalu sempat melakukan sholat dan pertemuan terakhir di sebuah masjid yang terletak di belakang Kantor Departemen Koperasi dan UKM, di Jalan Rasuna Said, Jakarta.Pertemuan tersebut terungkap dalam rekonstruksi bom di depan Kedubes Australia, Minggu (19/12/2004) di Jalan Rasuna Said, Kuningan. Rekontruksi yang dimulai pukul 09.00 WIB berakhir pukul 10.30 WIB dengan dipimpin langsung oleh Kepala Den 88 Anti Teror AKBP Tito Karnavian.Rekonstruksi diawali dengan perjalanan para tersangka pada tanggal 9 September lalu. Mereka yang melakukan adalah Azhari, Hasan dan Heri Golun sebagai sopir colt box. Berangkat dari rumah kontrakan mereka di Kalideres, Jakarta Barat. Mereka bertiga berangkat pukul 05. 00 WIB menuju TKP di Jalan Rasuna said, Kuningan lewat jalan tol dan keluar melalui tol Pancoran.Sebelum melakukan aksi, mereka bertiga bertemu di masjid belakang kantor Departemen Koperasi, Jalan Rasuna Said, Kuningan. Di tempat tersebut mereka melakukan shalat. Setelah itu, mereka menerima sepeda motor dari Sapta, yang sampai sekarang masih buron. Motor tersebut sampai sekarang belum ketahuan plat nomornya. Menurut keterangan Hasan, jenis motor yang digunakan adalah Honda bebek hitam. Kemudian mereka melewati Jalan Cianjur, yang terletak di depan Kedubes Italia. Azhari kemudian mengaktifkan siringdetice detonator otomatis yang diset selama 30 menit meledak. Karena Heri Golun masih baru belajar menyetir, Azhari memutuskan menyopir Colt Box sampai depan halte Plaza Kuningan. Lalu Azhari turun dari mobil, dan memajukan timer 15 detik dari 30 menit, lalu membonceng Hasan dengan motor.Awalnya posisi motor dibelakang mobil, lalu menyalib dan akhinrya posisinya melewati mobil box. Kemudian Azhari dan Hasan melaju ke arah Bekasi, sedangkan Herry Golun mengendarai mobil box sendirian.Tepat sampai di depan Kedubes Australia mobil meledak. Saat ledakan terjadi, Azhari sampai di depan GOR Sumantri Bojonegoro. Kepada Hasan, Azhari mengatakan kita berhasil. Sampai sekarang penyelidikan pihak kepolisian belum mengetahui jelas apakah meledaknya mobil tersebut karena detonator otomatis atau manual. Karena di dalam mobil ada detonator manual. Detonator manual digunakan untuk antisipasi bila mobil tak meledak, maka Hery Golun yang akan meledaknya sendiri.
(jon/)










































