"Saya menyekolahkan anak saya di tempat yang baik, tapi ini yang saya dapat," ujar Sang Bunda liri.
Hal ini diungkapkan Sang Bunda, usai melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Selasa (13/5/2014) siang.
Sang Bunda mengungkapkan, awalnya ia menyekolahkan putranya di playgroup bertaraf internasional karena yakin memiliki sistem pengawasan dan keamanan yang bagus.
"Saya pikir sekolah ini memiliki izin, bertaraf internasional, jadi saya percaya, saya sekolahkan di sana," ungkapnya.
Bahkan, anak pertamanya juga pernah sekolah di playgroup tersebut. "Kakaknya juga sekolah di sana, tetapi waktu itu belum ada guru itu," lanjutnya.
Namun kini kepercayaannya telah luntur. Ia kecewa karena anaknya telah menjadi korban kekerasan seksual di dalam sekolah. Ironisnya lagi, hal itu dilakukan oleh gurunya sendiri.
"Orangtua mana pun pasti hancur kalau anaknya digituin," imbuhnya.
Ia berharap, dengan dilaporkannya kasus kekerasan seksual itu ke pihak kepolisian, sang pelaku cepat tertangkap.
"Saya harap pelaku cepat ditangkap agar tidak ada korban lainnya," pungkasnya.
(mei/mad)











































