Anas dan Andi sebelumnya duduk terlebih dahulu di kursi saksi. Satu kursi masih tersisa di samping Anas.
Nazar yang datang belakangan langsung mengajak Anas dan Andi bersalaman. Saat akan duduk, Nazar melihat hanya ada satu kursi yang tersisa di samping Anas.
Tiba-tiba Nazar meminta Andi Mallarangeng agar berpindah tempat duduk di kursi kosong yang berada di samping Anas. Setelah itu, Nazar menduduki kursi yang semula menjadi tempat duduk Andi.
(kha/mad)











































