"Anak saya kan ikut ekstra kurilurer ngedance. Dia bilang itu (terjadi) pas ngedance," ujar sang Bunda kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/5/2014).
Sang Bunda menjelaskan, korban sudah 1 tahun sekolah di playgorup tersebut. Namun, korban baru 6 bulan terakhir ini mengikuti kegiatan ekstra kurikuler di sekolahnya.
"Sekolahnya setiap Senin, Rabu dan Jumat itu dua jam belajarnya. Kalau ekstra kurikuler setiap Selasa, selama satu jam," imbuh Sang Bunda.
Kepada Sang Bunda, korban menceritakan kekerasan seksual yang dialaminya oleh seorang guru perempuan. Diungkapkan korban kepada sang Bunda, pelaku melakukan kekerasan seksual itu saat berdua di dalam kelas.
"Anak saya bilang 'Miss pangku aku, terus tarik celanaku, pukul pantatku lalu dimasukkan jarinya ke duburku'," jelasnya.
Untuk diketahui, kelas reguler terdiri dari 6 murid. Namun, untuk kelas ektra kurikuler menari hanya ada dua murid, salah satunya adalah korban.
"Yang ekskul itu paling 2 orang, tidak banyak," imbuhnya.
(mei/ndr)










































