"Bagaimana sudah lebih baik belum," ujar Roy bertanya ke Rian yang dirawat di Ruang Mahoni, RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (12/5/2014).
Rian terkena luka tembak di tangan bagian kanan. Saat ini Rian sedang menjalani proses pemulihan setelah operasi pengangkatan proyektil dan patah tulang kanan.
Roy menganggap Rian sedang apes tatkala bentrokan antara polisi dengan suporter itu terjadi. Polisi menghalau suporter Jakmania karena panitia Liga Indonesia melarang Jakmania untuk datang ke Bandung untuk menyaksikan Persib vs Persija.
"Ini bukan salah dia kebetulan aja, adik kita ini pas apesnya, tentu maksud dia baik bersama temen-temannya mau menonton untuk memberi dukungan. Tetapi ketika di KM 66 kondisi menjadi tidak kondusif, karena komunikasi yang telat. Andai saja polisi sebelum lokasi sudah bisa mencegah mungkin tidak sampai Km 66 sudah dapat ditangani," tutur Roy.
Roy mengatakan Kemenpora akan memberikan support pada korban. Sedangkan untuk urusan peluru Roy menyerahkannya pada kepolisian.
Terkait tindakan polisi yang menghalangi Jakmania masuk ke Bandung, Kapolda Jawa BaratIrjen Pol Iriawan beberapa waktu lalu sudah menjelaskannya. Kala itu memang situasi sempat panas.
"Saat dihalau, mereka ada yang mencoba naik mobil lainnya, tapi tidak bisa. Akhirnya mereka melempari bus mereka sendiri karena kesal. Tidak ada korban," tegasnya.
(edo/fdn)











































