Gebrak Meja, Ahok Murka Dinas Kebersihan Kasih Laporan Tak Jelas

Gebrak Meja, Ahok Murka Dinas Kebersihan Kasih Laporan Tak Jelas

- detikNews
Kamis, 08 Mei 2014 16:44 WIB
Gebrak Meja, Ahok Murka Dinas Kebersihan Kasih Laporan Tak Jelas
Ahok marah dan gebrak meja (Foto:Ropesta detikcom)
Jakarta - Wagub DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menggelar rapat dengan Dinas Kebersihan DKI dan Perusahan terkait kebersihan Jakarta. Ahok marah karena Dinas Kebersihan memberikan laporan yang tidak jelas.

Rapat kali ini membahas evaluasi kontrak Dinas Kebersihan dan usulan kontrak berbasis kinerja yang digelar di ruang rapat wagub, Kamis (8/5/2014). Rapat dihadiri oleh Kepala Dinas Kebersihan DKI Sapta Tri Ediningtyas, pegawai Dinas Kebersihan dan sejumlah perusahaan yang bekerjasama dengan Pemprov di bidang kebersihan.

Awalnya rapat berjalannya normal, Ahok meminta laporan jumlah pegawai lepas atau honorer di Dinas Kebersihan. Kemudian Kadis Kebersihan memberikan data yang ditulis tangan dan terdapat coretan-coretan ke Ahok. Data itu menyebutkan ada 10.721 pegawai honorer.

Ahok kaget melihat jumlah tersebut. Sebab jumlah itu jauh berbeda dari data awal yang hanya berjumlah 2.700 nama.

"Ini benar? Ini penunjukan langsung? Sekarang saya minta disebutkan dia (petugas kebersihan) ngumpulin sampah di jalan mana tolong bantu saya cara bagaimana pembagian mereka kerja, jam berapa dan di jalan mana," kata Ahok dengan suara tinggi.

Ahok lantas bertanya apakah jumlah pegawai honorer 10.271 orang itu cukup untuk mengurus sampah DKI. Lalu dijawab oleh Kadis Kebersihan, "Kalau tahun ini cukup," jawab Sapta dengan suara pelan.

Ahok masih tidak percaya dengan jumlah tersebut. Menurutnya data itu banyak nama 'siluman'. Jumlah itu di luar dari pegawai PNS Dinas Kebersihan yang dimiliki Pemprov DKI.

"10.271 Itu sudah cukup artinya tidak akan nambah, itupun saya pikir banyak data siluman. 10.271 orang ini di luar PNS kan, harusnya tanpa Bapak Ibu (pihak perusahaan) sampah bisa bersih kan. Makanya saya minta 2 minggu lagi petugas ini bekerja di mana saja kok banyak sekali," kata Ahok heran.

Ahok menegaskan kembali apakah jumlah 10 ribu lebih itu cukup. Jika tidak maka Ahok bersedia menambah dengan catatan semua data yang diberikan benar. Jika tidak maka Ahok akan mengambil tindakan tegas.

"Kalau Ibu tidak cukup kasih tahu saya, mumpung saya masih baik hari ini. Saya sudah muak loh begini, kalau semua dihitung ini kelebihan orang berarti Bapak Ibu memanipulasi data. Saya akan penjarakan. Saya nggak peduli," kata Ahok lagi-lagi dengan nada tinggi.

Ahok mencecar lagi soal jumlah pegawai honorer yang melambung tinggi itu. "Ini benar enggak datanya, kalau eggak saya akan penjara" kata Ahok tegas.

Melihat Ahok yang marah-marah, salah satu pegawai Dinas Kebersihan buka suara. Dia menjelaskan jumlah tersebut bisa tinggi hingga mencapai 10 ribu orang.

"Ada pegawai baru yang direkrut Pak," katanya singkat.

Mendengar jawaban tersebut, Ahok tambah tersulut emosinya. Dia marah dan langsung menggebrak meja. "Brakkkk".

Seluruh peserta rapat langsung terdiam.

"Ini gila kayak verifikasi honorer saja nanti jadi beranak lagi jumlahnya," kata Ahok.

Soal laporan yang ditulis tangan, Ahok membahasnya dan merasa heran bukan kepalang. "Ini gila. Sekelas doktor, laporannya ada tulisan tangan. Saya baru terima laporan ada coretan tangan begini," kata Ahok sambil menggelengkan kepala.


(slm/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads