Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Effendi Ghazali menilai justru JK dapat dianalogikan "terzalimi". JK yang pada saat kasus Century terjadi, adalah acting president karena Presiden SBY ketika itu sedang ke luar negeri.
"Nah, yang saya tahu, JK masih mendapat laporan bahwa segala sesuatunya baik-baik saja, sebelum tiba-tiba mereka yang bermain di kasus Century itu mengubah analisisnya jadi sesuatu berdampak sistemik," ujar Effendi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi, dia menegaskan, tampilnya JK untuk memberi kesaksian di kasus Century justru akan meningkatkan namanya sebagai tokoh yang ingin transparan dan tidak ingin menyembunyikan apa pun. "Jadi ini akan sejalan juga dengan sikap PDIP," kata pakar komunikasi politik ini.
Dalam pengamatan Effendi, JK selalu ingin transparan dan tidak ada yang boleh disembunyikan jika merugikan keuangan negara serta merugikan rakyat.
(brn/erd)










































