Dirut PT KAI Ignasius Jonan mengatakan, pihaknya sudah melakukan sejumlah pembenahan. Mulai dari perbaikan aplikasi dan infrastruktur IT.
"PT KAI sudah melakukan optimalisasi infrastruktur sejak bulan Februari 2014 dan menaikkan tiga kali lipat bandwith menjadi 120 MB. Selain itu PT KAI sudah berkoordinasi dengan agen-agen PT KAI untuk memperbaiki aplikasi dan infrastrukturnya," jelas Jonan saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (6/5/2014).
Saat ini, kata Jonan, PT KAI menggunakan sistem jaringan fibre optic dengan MPLS dari PT Telkom, termasuk sistem aplikasi RTS (Rail Ticketing Service).
"Selama ini infrastruktur KAI termonitor day by day via NOC yang ada di kantor pusat KAI di Bandung," terangnya.
Dari peristiwa ludesnya tiket dalam waktu singkat untuk tiket hari-hari favorit, PT KAI juga sudah melakukan evaluasi. "Hasil evaluasi yang sudah kami lakukan adalah 'hit' dari calon pengguna KAI cukup tinggi dan mencapai 10 juta per day saat peak season arus mudik, (rata-ratanya 1,6 juta per day pada hari biasa)," imbuhnya.
Kereta tambahan nanti akan berjumlah 32 rangkaian. Tiket akan mulai dijual pada H-7 Lebaran, namun belum dijelaskan secara detail jadwal penjualannya.
(mad/nwk)










































