Pertemuan ini digelar di kediaman Suhardiman di Jl Kramat Batu No 1, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (2/5/2014). Pertemuan ini dihadiri sejumlah tokoh MKGR dan petinggi Soksi.
"Dia bukan orang Jawa. (Ical) sebaiknya mengundurkan diri. Dia sebagai ketum harusnya bermain sebagai dalang, mengatur," kata Suhardiman.
Pria 89 tahun ini menjelaskan latar belakang mendesak Ical mundur dari pencapresan. Alasan utamanya karena selama ini tidak ada capres dari luar Jawa.
"Namun ada sesuatu hal yang perlu disampaikan, sebagian besar masyarakat Indonesia adalah Jawa. Siapapun yang akan menjadi presiden pasti orang Jawa. Ini yang perlu dipegang oleh Saudara Ical, tapi tampaknya Saudara Ical masih ngotot untuk menjadi presiden," kata Suhardiman.
Suhardiman lantas mendorong tokoh lain dimunculkan. Tetapi tidak sebagai capres, lantaran Golkar sampai saat ini belum punya mitra koalisi. Karena itu, menurut Suhardiman, yang paling masuk akal Golkar mengusulkan cawapres.
"Saya kapan pun dan di mana pun ingin mendorong mudah-mudahan Ketum MKGR ini bisa menjadi cawapres. Tapi itu tentu dengan usaha-usaha. Calon yang saya pilih adalah Priyo karena dia masih muda dan setia dengan Golkar," kata Suhadirman yang ada di samping Priyo.
(van/nrl)











































