Dirut Bank Global: Tidak Ada Upaya Hilangkan Data Nasabah

Dirut Bank Global: Tidak Ada Upaya Hilangkan Data Nasabah

- detikNews
Kamis, 16 Des 2004 13:48 WIB
Jakarta - Dirut Bank Global Irawan Salim masih berada di AS (Amerika Serikat). Dia membantah kabur ke luar negeri. Dia juga membantah karyawannya sempat melakukan upaya menghilangkan data nasabah bank. Bantahan Irawan ini disampaikan kuasa hukumnya Juan Felix Tampubolon kepada wartawan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (16/12/2004). Juan datang ke Mabes Polri memberitahukan tentang keberadaan kliennya. Juan mengaku sudah ditunjuk secara lisan oleh Irawan untuk mendampinginya dalam kasus yang ditangani Mabes Polri ini. Berdasarkan keterangan Irawan, kata Juan, pada Minggu (12/12/2004) malam dan Senin (13/12/2004) dini hari, para karyawan Bank Global bukan berupaya menghilangkan data nasabah. Namun, mereka sedang melakukan pemilahan dokumen, baik yang lama atau baru untuk diserahkan kepada Bank Indonesia pada Senin (13/12/2004). "Saya tanya kenapa ada dokumen yang ingin dipindahkan dari gedung pusat Bank Global. Menurut dia, staf dan direksi itu tengah memilah dokumen lama tahun 2002, 2001, 2000 dan akan dipindahkan ke Bank Global cabang," kata Juan. Pasalnya, lanjut Juan, pada Jumat (10/12/2004), ada pertemuan antara BI dengan direksi Bank Global. Saat itu, direksi bertemu dengan Miranda Goeltom. Dan kesimpulannya, pada Senin Bank Global akan menghadap BI dengan membawa dokumen yang lengkap. "Oleh karena itu, menurut beliau, karyawan dan direksi bank memilah-milah dokumen mana yang perlu dibawa atau tidak. Jadi menurut pengakuannya itu bukan sikap yang kooperatif, tapi itu hanya masalah teknis," jelas Juan. Bahkan, menurut Juan, direksi bank Global telah berusaha kooperatif menjalankan keputusan dari BI untuk segera mencari investor baru untuk menanamkan modalnya di Bank Global. BI memberi waktu selama enam bulan untuk mencari investor baru. Karena itula, Irawan sejak Minggu lalu berada di AS. "Sementara waktu enam bulan belum selesai, sudah terjadi kejadian itu. Karena itu, saya minta beliau untuk segera pulang ke Indonesia untuk mengklarifikasi agar kejadian ini tidak berlarut-larut," ungkapnya. Sementara itu, menurut informasi yang didapatkan detikcom, sejumlah dokumen yang akan diangkut Bank Global pada Minggu malam dan Senin dinihari itu, antara lain dokumen arsip Januari-Desember 2003, Jurnal Harian September-Oktober 2003, kartu penempatan dana antarbank 1992-2002, kartu angsuran pinjaman 1996-2002, gift voucher Agustus 2004 dan jurnal harian Juli 2002. Sedangkan berkaitan dengan dugaan bahwa ada uang tunai sekitar Rp 16,5 miliar yang akan dilarikan oleh salah satu karyawan Bank Global, Juan mengaku tidak mengetahui masalah itu. (asy/)



Berita Terkait