"Saya berpandangan,mengingat perolehan Hanura sekitar 5-6%, lebih tepat Hanura bergabung dengan Koalisi PDIP-Nasdem yang sudah memastikan dapat mengusung Capresnya," kata Yuddy dalam siaran pers, Rabu (30/4/2014).
Dengan bergabung โdengan PDIP besar kemungkinan Hanura masuk pemeriitahan. Jokowi memang masih capres terkuat saat ini.
"Akan terbuka peluang bagi Hanura terlibat dari awal bersama-bersama menyusun format pemerintahan kedepan. Ini pilihan yang rasional bagi kepentingan Hanura kedepan," katanya.
Tentang cawapres Jokowi, Yuddy pun berpandangan sama seperti NasDem. Yakni mendorong Jusuf Kalla sebagai pendamping Jokowi.
"Terlebih bila PDIP memilih JK sebagai Capres pendamping Pak Jokowi,Hanura memiliki argumentasi Historis untuk berada didalam barisan koalisi tersebut," pungkasnya.
(van/ndr)










































