"Nama William ini sedang kita dalami apakah pernah ada kasus yang dilakukan dia, ini sedang dicari," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/4/2014).
Rikwanto mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan informasi terlebih dahulu mengenai Vahey ini. Menurutnya, pengusutan dugaan Vahey pernah melakukan kekerasan seksual terhadap murid saat mengajar di JIS ini memerlukan dasar hukum untuk membuktikannya.
"Tentunya itu harus dibuktikan dan harus ada korban yang melaporkan. Menuduh orang juga harus ada dasarnya, harus ada perkaranya," imbuh Rikwanto.
Dalam situs resmi www.fbi.gov, nama William James Vahey masuk dalam daftar FBI dalam kasus kekerasan seksual internasional yang terjadi pada tahun 1972-2014. FBI menemukan video porno anak-anak di bawah umur sekitar 12-14 tahun dalam flashdisk milik Vahey.
Vahey telah bunuh diri pada tanggal 21 Maret 2014 lalu setelah dia dilaporkan oleh sekolah di Nikaragua tempatnya mengajar. FBI mencari korban Vahey di 9 negara tempatnya pernah mengajar yakni Nikaragua, Inggris, Venezuela, Indonesia, Saudi Arabia, Yunani, Iran, Spanyol dan Libanon.
(mei/ndr)











































