Pencoblosan di Papua Tertunda Karena Cuaca, Ini Sikap KPU

Pencoblosan di Papua Tertunda Karena Cuaca, Ini Sikap KPU

- detikNews
Selasa, 08 Apr 2014 19:26 WIB
Pencoblosan di Papua Tertunda Karena Cuaca, Ini Sikap KPU
Jakarta - KPU Papua memastikan Kabupaten Yahukimo tak dapat melaksanakan pencoblosan pada Rabu (9/4/2014) karena 35 dari 51 distrik belum menerima logistik. Komisioner KPU bidang logistik Arief Budiman, menyatakan pihaknya akan mengklarifikasi malam ini.

"Kita perlu cek dulu malam ini," kata Komisioner KPU Bidang Logisitik, Arief Budiman di kantor KPU Jalan Imam Bonjol Jakpus, Selasa (8/4/2014).

Soal keputusan KPU Papua mengundurkan jadwal pemungutan dan penghitungan suara selama 3 hari, Arief mengatakan faktor cuaca memang dibenarkan dalam kondisi tersebut.

"Andaikan (pengunduran jadwal) itu betul terjadi, UU memperbolehkan ditunda. Tapi kita perlu klarifikasi dulu. Faktor cuaca itu masuk (pemilu boleh ditunda) selain kerusuhan massal, bencana dan lainnya," ujarnya.

"Soal rekapnya nanti kita atur," imbuh Arief.

Sebelumnya, KPU Papua memastikan Kabupaten Yahukimo tak dapat melaksanakan pencoblosan pemilihan umum legislatif serempak pada 9 April 2014 besok. Sebab sebanyak 35 dari 51 distrik yang berada di kabupaten itu belum menerima logistik.

"Tadi baru saja, saya mendapat informasi dari ketua KPUD Yahukimo, bahwa hari ini logistik pemilu untuk 15 distrik (kecamatan) tidak bisa diangkut akibat cuaca. Jadi kita pastikan untuk pencoblosan di kabupaten Yahukimo ditunda 2-3 hari ke depan," ujar Ketua KPU Papua, Adam Arisoi, usai mengikuti doa bersama di Makodam Cenderawasih, Jayapura, Papua, Selasa (8/4/2014).

Menurut Adam Arisoi, keterlambatan pengiriman logistik di Yahukimo dikarenakan miskomunikasi soal jadwal penerbangan, termasuk dengan helikopter TNI. Pengiriman untuk Yahukimo dilakukan melalui dua tempat yakni dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan dari Dekay, ibukota Kabupaten Yahukimo. Selain minimnya alat angkut ke beberapa distrik tersebut, juga akibat cuaca.

(bal/rmd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini