Ketua Umum DPP PPP, Suryadharma Ali (SDA) mengatakan, pihaknya ingin mencetak kader-kader bangsa yang cerdas dan tangguh. Caranya, dengan mendirikan perguruan tinggi unggulan di setiap kabupaten kota di seluruh Indonesia.
"Selain itu, PPP akan mendorong pemerintah agar mengirimkan 100 mahasiswa teladan dari masing-masing universitas ke perguruan tinggi di luar negeri untuk mengambil S2 dan S3 atau kejuruan yang diminati oleh mahasiswa," kata Suryadharma Ali dalam keterangannya yang diterima detikcom di Jakarta, Senin (7/4/2014).
SDA berharap setelah mereka kembali ke tanah air, mereka akan berperan dalam pembangunan Indonesia.
"Setelah kembali mereka ditawari untuk bekerja di BUMN atau bekerja diluar BUMN sesuai keahlian mereka tanpa dikenai ikatan dinas," terangnya.
Ditambahkannya, pemerintah akan selalu memperbaharui sistem informasi penyediaan kesempatan kerja bagi tenaga ahli Indonesia. Pihaknya juga akan mendorong berdirinya Sekolah kejuruan berbasis kompetensi dan
beorientasi teknologi di semua kabupaten dan kota.
"Sehingga generasi muda menjadi tenaga siap pakai di industri yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri," ujar Menteri Agama ini.
Untuk anak-anak non sekolah kejuruan, pihaknya akan mendorong berdirinya baalai latihan kerja di semua kabupaten kota. Dengan cara itu, diharapkan akan menghasilkan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan pasar.
"Untuk seluruh sekolah sampai dengan Universitas kebutuhan buku pelajaran di sediakan oleh sekolah dengan status pinjam dan dikembalikan setelah sekolah nya selesai," jelasnya.
Selain itu, jelas Suryadarma Ali, pemerintah juga akan menyiapkan baju seragam dan sepatu sekolah. "Untuk siswa miskin akan di sediakan subsidi untuk pembelian buku tulis dan alat tulis berikut biaya transportasi dari rumah ke sekolah," paparnya.
Namun itu saja tidak cukup. Menurutnya, di setiap sekolah juga akan disiapkan asrama bagi para pelajar dari tingkat SMA sampai dengan perguruan tinggi. "Seluruh pondok pesantren dan perguruan tinggi agama
akan mendapat perlakuan dan fasilitas yang sama dengan pendidikan formal, termasuk penyediaan buku-buku agama," jelasnya.
Dikatakannya, setiap sekolah juga perlu dilengkapi fasilitas olah raga lengkap sehingga prestasi olah raga di Indonesia ikut terdongkrak. Pendidikan seni budaya menjadi mata pelajaran pokok dalam rangka menjaga budaya Indonesia tidak punah.
"Bahasa Inggris menjadi bahasa kedua supaya anak-anak negeri bisa go internasional. Semua ini bisa dilakukan karena anggaran pendidikan 20 persen dari APBN. Gagasan tersebut perlu segera direalisasikan untuk menyambut Asean Economic Commumity pada tahun 2015," pungkasnya.
(rvk/rvk)











































