Sejumlah penumpang berbagi pengalaman dengan mengirimkan surat elektronik ke redaksi@detik.com pada Senin (7/4/2014). Berikut sejumlah roker berbagi pengalaman.
1. Cerita Lucu Kursi Khusus Deden Rubiyan
Saya punya pengalaman menarik tentang kursi khusus di commuter line, yang bagi saya merupakan pengalaman yang menjengkelkan sekaligus lucu. Suatu hari sekitar jam 4 sore, saya hendak pulang dari stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Pondok Cina menggunakan commuter line.
Keadaan di dalam gerbong awalnya tidak begitu ramai namun kursi telah terisi penuh, hanya kursi khusus di sudut gerbong yang masih kosong. Tentu saja saya memutuskan untuk tetap berdiri saja. Tidak lama kemudian ada pasangan suami istri paruh baya membawa anak kecil duduk di kursi khusus tersebut dan kemudian rangkaian kereta memulai perjalanannya.
Di perjalanan ada seorang laki-laki paruh baya bertubuh gemuk yang naik dari stasiun Mangga Besar, melihat kursi telah penuh ia berdiri dekat kursi khusus. Pengalaman yang menjengkelkan sekaligus lucu dimulai. Laki-laki paruh baya yang bertubuh gemuk ini mulai "cerewet", ia menyindir orang-orang yang duduk di kursi prioritas. Ia berujar bahwa kursi khusus itu untuk orang hamil.
Saya beranggapan bahwa mungkin dia menilai bahwa pasangan suami istri paruh baya tersebut tidak layak duduk di kursi khusus. Sepanjang perjalanan ia terus saja mengoceh tanpa henti dengan suara yang cukup kencang dan mengganggu penumpang lain termasuk saya.
Tidak berhenti di situ, ia kemudian menyalakan musik dari HP nya dengan volume yang sangat keras dan menambah kebisingan di sudut gerbong tersebut. Penumpang lain tidak ada yang berani untuk menegur orang tersebut, hingga penumpang yang merasa terganggu akhirnya pindah ke gerbong lain.
Lalu setelah cukup lama menyidir orang yang ada di kursi khusus yang menurutnya tidak layak untuk menempatinya, pasangan suami istri paruh baya yang ada di kursi khusus itu akhirnya berdiri dan pindah lalu turun karena mungkin sudah sampai tujuan atau muak dengan ocehan orang tersebut.
Setelah itu, secepat kilat laki-laki bertubuh tambun itu kemudian menempati kursi khusus itu yang mungkin dari awal sudah menjadi target utamanya dan ia merasa berhasil mengusir orang yang sebelumnya duduk di situ. Nah seketika kemudian seluruh penumpang yang ada di dekat kursi tersebut berteriak menyoraki laki-laki tersebut dan menyindir balik dengan sedikit bercanda dengan kalimat yang sama seperti yang laki-laki itu ucapkan saat mengoceh tadi.
"Itu kursi khusus orang hamil Pak, anda hamil tua yah sampai nggak kuat berdiri', begitulah kalimat yang terucap dari salah satu penumpang.
Laki-laki tersebut menjawab sindiran itu dengan logat Betawinya, "Tadi lu pada diem aja. Giliran gua duduk, lu pada berisik". Orang-orang yang ada disekitarnya cuma bisa tertawa sambil menggelengkan kepala, saya pun ikut tersenyum melihat kejadian tersebut.
2. Harapan Stephanie Akan Gerbong Tambahan Commuter Line
Saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang menggunakan jasa commuter line yang mau atau tidak mau harus menggunakan jasa transportasi tersebut karena trasportasinya yang cepat dan dekat dengan kantor saya.
Tapi alangkah tidak nyamannya karena kereta commuter line mempunyai gerbong yang tidak sebanding dengan penggunanya. Gerbong hanya beberapa tetapi penggunanya sangat banyak. Andai kereta commuter line tersebut ditambah gerbongnya dan ditambah juga untuk gerbong wanitanya mungkin akan sangat lebih nyaman di banding dengan commuter line yang tersedia saat ini.
Apalagi saat kereta mengalami gangguan dan jadwal yang molor yang mengakibatkan terjadinya penumpukan penumpang, akan sangat mengganggu sekali karena penumpang yang berdesak-desakan di dalam kereta dan penumpang yang tetap memaksakan masuk padahal gerbong sudah sangat penuh.
3. Intan dan Aksi para Oknum di kursi khusus
Saya pengguna jasa kreta, jurusan Bekasi-Kota. Kenapa memilih kereta karena hanya dengan kereta yang bebas macet. Biasanya saya memilih gerbong khusus wanita karena saya rasa gerbong tersebut yang lebih aman dan lumayan nyaman dari gerbong yang lain.
Penumpangnya hanya khusus wanita, tapi terkadang saya duduk di gerbong umum dan suka sebal kalau melihat bangku khusus yang diprioritaskan untuk bumil, lansia, dan penyandang cacat didudukin oleh bapak-bapak atau pasangan yang berpacaran.
Dan lebih kesal lagi kurang tegasnya aparat yang suka berjaga atau berpatroli seperti security yang nggak bisa tegas menegur. Pernah ada ibu hamil berdiri di depan bangku khusus dan saya berdiri di sebelah si ibu tersebut. Bangku tersebut di tempati oleh bapak-bapak yang berpura-pura tidur.
Karena tidak tega dengan si ibu tersebut dan tidak ada penjaga di sekitar gerbong tersebut, saya beranikan diri menegur salah satu dari bapak-bapak tersebut. Untungnya si orang yang saya tegur tersebut langsung berdiri.
Sangat prihatin masih kurang empati antar sesama. Dan masih kurang sigapnya para petugas. Bila perlu bangku khusus tersebut diganti saja dengan 'gerbong khusus' lansia, penyandang cacat, dan bumil. Semoga ke depannya pelayanan perkeretaapian lebih baik lagi.
4. Pengalaman Yanthi yang Hamil dengan Kursi Khusus
Saya adalah seorang wanita yang sedang hamil. Ada pengalaman saya sewaktu naik kereta commuter line dengan tujuan Tangerang-Duri. Pengalaman pertama saya naik seorang diri tepat di depan saya seorang laki-laki yang malah asik berangkulan dengan teman wanitanya dan pura-pura tidak melihat ada seorang bumil di depannya.
Pengalaman yang kedua, masih kereta commuter line dengan tujuan yang sama. Waktu itu saya naik bersama anak saya yang masih kecil. Tepat di depan kami anak-anak cowok yang masih muda-muda tetapi tidak ada rasa kasihannya melihat seorang wanita hamil dan anak kecil berdiri di depannya.
Begitupun dengan 2 cewek yang tidak ada rasa simpatinya sama sekali melihat anak kecil yang kelelahan berdiri sampai akhirnya duduk di bawah tepat di depan mereka. Dan mereka malah asik bercanda dan tertawa-tawa seolah-olah tidak melihat, benar benar tidak punya rasa kemanusiaan.
Dan saat itu tidak ada petugas di commuter line tersebut yang berkeliling, hingga akhirnya kami berdua tetap berdiri sampai tujuan akhir. Kursi khusus di commuter line hanya berfungsi jika ada petugas saja.
(ndr/mad)











































