Widodo AS: Pemboman dan Penembakan di Palu Terorisme

Widodo AS: Pemboman dan Penembakan di Palu Terorisme

- detikNews
Senin, 13 Des 2004 12:05 WIB
Jakarta - Menko Polhukkam Widodo AS mengatakan peristiwa pemboman dan penembakan di dua gereja di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) dapat dikategorikan sebagai aksi terorisme. Selain tindakan kepolisian, langkah intelijen juga dilakukan untuk mengungkap kasus itu. "Selain tindakan kepolisian ada langkah intelijen yang kita kembangkan," ujar Widodo usai mendampingi Presiden SBY dalam acara pembukaan Raker Deplu di Istana Negara, Jl. Medan Merdeka Utara, Senin (13/12/2004). Dikatakan Widodo, terorisme seperti itu perlu dicegah dan tindakan intelijen diperlukan untuk mengetahui motif pelaku pemboman semalam. "Apakah memang ada kesengajaan, ada pihak yang selalu ingin menciptakan instabilitas? Operasi intelijen akan menjadi bagian yang penting sebagai upaya penanggulangan," katanya. Dikatakan Widodo, polisi sudah melakukan penyelidikan. "Polisi masih terus mengembangkan. Tapi apapun motif pelaku kita harus dapat mencegahnya. Kita harapkan pemerintah daerah concern terhadap masalah ini karena terkait dengan pembinaan mkasyarakat," jelasnya. Dari hasil penyisiran di TKP, polisi menemukan 9 selongsong peluru buatan Pindad. Apakah temuan ini mengindikasikan keterlibatan TNI? "Serahkan saja kepada Polri untuk mengungkap lebih jauh. Tidak usah melihat kasus per kasus," pintanya. Disinggung pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru, menurut Widodo diserahkan kepada aparat kepolisian. "Saya pikir kepolisian secara nasional sudah menggelar operasi pengamanan. Tapi untuk masalah yang sifatnya khusus di beberapa daerah harus ada upaya ekstra untuk meresponnya," demikian Widodo. (rif/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads