Bak Dirigen, Mega Bikin Kader PDIP di Manado Bersuara Kompak

Bak Dirigen, Mega Bikin Kader PDIP di Manado Bersuara Kompak

- detikNews
Senin, 31 Mar 2014 23:38 WIB
Bak Dirigen, Mega Bikin Kader PDIP di Manado Bersuara Kompak
Manado -

Jam terbang Megawati Soekarnoputri dalam menyampaikan pidato politik memang tidak usah diragukan lagi. Pengalaman Mega di panggung bahkan mampu menggerakan massa supaya kompak.

Hal inilah yang terjadi dalam kampanye Mega di Lapangan KONI Sario Manado, Senin (31/3/2014). Mega banyak menebar senyum saat melihat ribuan kader PDIP sudah menyemut hampir di segala sisi lapangan ini.

Sebelum memulai pidato, Mega meminta sebuah podium yang sudah disiapkan oleh tim agar dipindahkan. Presiden ke-5 RI ini pun berdiri tegak di depan dua buah mic. Tangan kirinya menggenggam tisu yang sudah kucel. Entah sejak kapan tisu itu sudah dipegangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua menit pertama Mega membuka pidatonya soal pemilu. Namun saat Mega bertanya hari pencoblosan, tidak semua kader langsung kompak menjawab '9 April'.

"Di sebelah sana itu belum berani teriak," kata Mega sambil menunjuk sisi kiri dan kanan lapangan.

"Karena ibu sudah terbiasa sekali berpidato, mungkin sudah ribuan kali. Jadi telinga ibu ini sangat sensitif. Dapat mendengar mana yang belum teriak atau memberi sambutannya," lanjut Mega.

Tak ayal, sindiran Mega ini direspon positif oleh kader. Ramai-ramai mereka langsung berteriak dan suasana seketika langsung bergemuruh.

"Kan bisa kan," ujar Mega puas.

Untuk lebih melatih kekompakan, Mega pun punya gaya sendiri yang terbilang cukup unik. Saat bertanya soal tanggal pencoblosan, tangan Mega mengayun pelan dari kanan ke kiri layaknya dirigen musik. Maksudnya agar jawaban massa dimulai dari sisi kanan, tengah dan berakhir di bagian kiri.

Perintah ini pun berjalan sukses. Sekali memberi komanda, ribuan orang langsung paham. Buktinya pekikan tanggal '9' pun seperti mengalir layaknya air.

"Rasanya enak loh, karena suara kalau bersatu itu jadi satu, itu akan bergaung dan terdengar sampai ke atas," puji Mega yang disambut riuh.

Hal yang sama juga diminta Mega saat bertanya nomor berapa yang bakal dicoblos.

Mega memang sukses membakar semangat warga Sulawesi Utara. Meski cuaca tidak menentu, bahkan sempat turun gerimis, Mega tetap berdiri tegap di podium tanpa atap.

Suara Mega sesekali pelan. Namun dia paham di kalimat mana intonasi suara harus dikencangkan. Tanpa banyak gerak tangan, Mega sanggup menggetarkan lapangan ini.

(mok/fjr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads