Kejadian ini dijepret salah satu pembaca detikcom, Leo (31). Warga Depok ini merasa geram dengan tingkah polah simpatisan salah satu partai yang berkonvoi di jalanan Depok, awal pekan lalu.
"Saya foto mereka di Jl Kartini Depok. Mereka terobos jalan verboden, padahal sudah ada larangan untuk masuk jalur itu," kata Leo saat berbincang dengan detikcom, Rabu (20/3/2013).
Terdapat sekitar 10 motor dan berpenumpang dua orang di tiap kendaraan. Selain menerobos jalan verboden, terlihat salah satu motor berlagak seperti voorijder yang membuka jalan untuk rombongan lain yang ada di belakangnya.
"Kalau ada perempatan dia yang berhetiin kendaraan supaya rombongannya lewat," kata pegawai swasta ini.
Selain itu, pemimpin rombongan yang membawa bendera partai berwarna oranye tersebut juga memodifikasi motor yang ditungganginya.
"Plat nomor belakangnya B 1 Nurjaman. Penasaran saya lihat plat depannya ternyata enggak ada," ujarnya.
Dia berharap polisi dapat menindak tegas para pengendara, khusunya simpatisan partai yang berkampanye. "Tindak tegas karena sudah cukup menganggu pengguna jalan," ujarnya.
(ahy/fjr)










































