Anies Baswedan Ingin Pengajar dan Dokter Bisa Jadi Inspirasi

Updated

Anies Baswedan Ingin Pengajar dan Dokter Bisa Jadi Inspirasi

- detikNews
Rabu, 19 Mar 2014 04:13 WIB
Anies Baswedan Ingin Pengajar dan Dokter Bisa Jadi Inspirasi
Jakarta - Anies Baswedan mengaku memperhatikan situasi dan kondisi pendidikan serta kesehatan Indonesia. Ia pun ingin menelurkan pengajar dan dokter yang memberi inspirasi sehingga banyak anak muda yang tergugah.

"Nah kan banyak itu pengajar-pengajar di pedalaman atau dokter dokter di pedalaman itu punya pengalaman.
Pengalaman inilah yang seharusnya bisa diceritakan supaya adik adik kelas mereka terinspirasi. Sehingga mereka bisa bilang 'oh, aku mau bantu kakak itu," kata penggas gerakan Indonesia Mengajar Anies Baswedan.

Hal tersebut dia sampaikan dalam acara talkshow dan launching buku 'Mereka Yang Tidak Pernah Menyerah' di Auditorium gedung B Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (18/3/2014).

Menurut Anies, sudah tak bisa lagi persoalan ini digampangkan. Semua pihak harus mau repot untuk berbuat. "Inilah pendekatan gerakan, jangan mengekor ke negara sebab negara selalu menurut SOP, kita harus bekerja tanpa ribet," imbuhnya.

"Sebab begini, kalau pengajar dan dokter itu dipanggil karena rupiah, pasti nilainya kecil. Nilai di sini maksudnya nilai sosial. Tapi kalau terpanggil karena inspirasi, itu lain lagi. Nilainya jauh lebih besar. Bukan berarti mereka tidak boleh berorientasi pada uang ya," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, utusan khusus Kepresidenan untuk MDGs Nisa Moeloek mengungkapakan pentingnya kesehatan dan pendidikan untuk mengentaskan kemiskinan di daerah. Indonesia sudah tidak bisa lagi bangga dengan berlimpahnya sumber daya alam yang dimiliki namun tidak punya sumber daya manusia yang memadai sehingga sumber daya alamnya diambil negara lain.

Menurutnya, sejak 1998 angka kemiskinan memang menurun, namun masih belum mencapai target yang diinginkan. Penyebabnya adalah masalah pendidikan dan kesehatan.

"Dari bottom up kita harus bergerak. Pemerintah, masyarakat madani dan swasta harus bekerjasama untuk mengangkat Indonesia," tambahnya.
(vid/vid)


Berita Terkait