"Kita (DVI) dibantu Inafis untuk mendapatkan data sidik jari," kata Direktur Eksekutif DVI Kombes Anton Castilani, di Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Koordinasi ini dilakukan karena Inafis memiliki akses data sidik jari dari e-KTP. Namun, dari tujuh tersebut, satu keluarga belum bisa dimintai keterangan terkait keperluan data pelengkap.
"Satu keluarga belum bisa ditanyai karena masih trauma," ujar Anton.
Data tersebut, Anton menjelaskan, masih menjadi bahan DVI. Bila sewaktu-waktu otoritas setempat berhasil menemukan pesawat, maka pihak DVI sudah menyiapkan data untuk kemudian disampaikan ke pihak terkait.
(ahy/rvk)










































