Gelar Razia, Tim Sidak Rokok di Kantor Jokowi "Dicuekin" Perokok

Gelar Razia, Tim Sidak Rokok di Kantor Jokowi "Dicuekin" Perokok

- detikNews
Selasa, 11 Mar 2014 14:48 WIB
Gelar Razia, Tim Sidak Rokok di Kantor Jokowi Dicuekin Perokok
Jakarta - Tim Sidak Rokok Pemprov DKI Jakarta, hari ini melakukan inspeksi di lingkungan kantor Pemprov DKI Jakarta. Rupanya aksi tim sidak rokok di Kantor Jokowi itu tidak dipedulikan oleh para perokok. Para perokok dan tim sidak ibarat main kucing-kucingan.

Sekitar 10 orang dari tim gabungan 'sidak rokok' berkeliling lingkungan pemprov DKI untuk menyidak para perokok di dalam kawasan pemprov DKI. Sayangnya, belum sampai 1 jam mereka melewati selasar samping untuk menempel stiker larangan merokok, sudah ada beberapa orang pengunjung yang duduk merokok.

Tim sidak ini memulai sidaknya sekitar pukul 13.50 WIB. Mereka memulai sidak di ruang pressroom Balai Kota. Mereka melihat kondisi ruangan, salah satu petugas sibuk mengecek tempat sampah apakah ada puntung rokok didalamnya.

Asisten Sekda Bid. Kesejahteraan Masyarakat, Bambang Sugiono mengatakan sidak ini sebagai langkah awal sosialisasi No 2 tahun 2005 tentang pengendalian pencemaran udara, Pergun 75 tahun 2005 dan pergub 88 tahun 2010 tentang kawasan dilarang merokok. Aturan ini harus dipatuhi oleh internal pemprov sendiri untuk memberi contoh pada masyarakat.

"Sekarang kita sudah harus mulai dari dalam dulu untuk memberi contoh," kata Bambang pada wartawan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (11/3/2014).

Ia mengatakan larangan ini berlaku merata untuk seluruh gedung perkantoran dan pemerintah. Dari pressroom, rombongan berjalan ke selasar samping tempat biasanya pengunjung balaikota atau PNS beristirahat. Saat melintas, hanya terlihat beberapa orang yang duduk tetapi tak merokok.

Karena melihat sudah ada 3 tempelan stiker 'kawasan dilarang merokok', maka tim ini melanjutkan perjalanannya ke arah belakang gedung. Mereka sempat masuk ke kolong gedung G yang sudah disulap menjadi gudang.

Di dalam gudang ini, dari salah satu ruangan yang seperti dapur, bau rokok tercium sangat tajam. Seorang anggota satpol PP yang sedang duduk mengaku tak ada yang merokok. Sayangnya, pernyataannya berbanding terbalik dengan ditemukannya sebuah puntung rokok disamping gelas kopi tak jauh dari tempat duduk aparat tersebut.

Bambang enggan menuding, ia menyindir aparat tersebut bahwa tak ada gunanya berbohong karena bau asap rokok tercium jelas.

"Ini nggak bisa ditipu. Bau rokoknya kencang," kata Bambang pada salah satu petugas Biro Umum, Usman yang menjaga gudang tersebut.

Sebelum pergi, ia meminta kolong tersebut hanya diperuntukkan untuk barang-barang saja. Ia lalu melanjutkan perjalanan ke beberapa kantor PNS yang masih dalam lingkup perkantoran pemprov DKI.

Sayangnya, sekitar pukul 13. 15 WIB, saat tim ini sidak, sudah ada beberapa orang yang duduk santai sambil merokok di selasar samping kantor Balai Kota. Mereka tampak tak menghiraukan stiker larangan merokok yang tertempel.

Perokok yang seluruhnya laki-laki ini tampak rapi dengan mengenakan kemeja dan celana kain. Mereka tak terlihat canggung merokok meski tahu sedang ada sidak rokok. Mereka merokok sambil ngobrol satu sama lainnya. Mata mereka sesekali menyisir sekitarnya kalau-kalau didapati tim sidak yang masih berkeliling.

(bil/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini