"Banyak yang partainya kuat sekali tapi tidak jadi presiden. Tapi yang tidak terlalu kuat jadi presiden. Ini bukan hanya terjadi di Indonesia dan di tahun-tahun tertentu," kata SBY dalam pertemuan dengan Forum Pemred di Menara Bank Mega, Jl Kapten Tandean, Jaksel, Senin (10/3/2014) malam.
SBY mengatakan hal tersebut ketika dimintai tanggapannya terkait maraknya survei belakangan ini. Namun ia hanya merujuk pada tiga lembaga survei yang dipercayainya. Walau begitu, SBY enggan menanggapi survei-survei yang tidak menjadi rujukannya.
Survei yang menjadi rujukan itu, menurut SBY, menyatakan Partai Demokrat berada di posisi ketiga dengan hasil 10%. Urutan pertama adalah PDIP dengan 16,3%, diikuti Partai Golkar sebesar 15,4%. Sementara di urutan keempat dan seterusnya adalah Gerindra 8,5%, PKB 7,4%, PPP 5,3%, PAN 4,9%, PKS 4,5%, Hanura 4,2%, dan PKPI 0,4%.
"Ini bukan survei yang Saya keluarkan, tapi Saya dapatkan. Survei ini dilakukan oleh salah satu lembaga yang selama ini Saya rujuk. Saya tidak tahu sejauh mana objektivitas dengan survei lain, yang menempatkan misalnya Demokrat 4%," kata sang presiden.
"Saya ingin dengan keyakinan ini, satu setengah bulan ini, basisnya kalau bisa naik 1 sampai 2 persen bagus. Ini yang Saya perjuangkan. Jadi kalau misalnya suara Demokrat rendah, apalagi di bawah 7%, tentu tidak bisa Saya mengatakan Demokrat harus punya capres," ujar SBY menambahkan.
SBY kemudian kembali teringat pada pemilu 2004, saat hasil survei mengatakan partai berlambang mercy itu hanya mampu memperoleh suara sebesar 7,5%. Namun ternyata Demokrat berhasil menjadi partai pilihan rakyat saat itu.
"But I was elected by the people. Kemudian tidak berarti pemerintahan 2004 dan 2009 kacau balau. Kita semua ada di situ, it was common. Meskipun Saya berasal dari parpol yang hanya 7,5%," kata SBY.
"Saya ingatkan, harap hati-hati partai yang saat ini mengatakan, 'hanya kami yang bisa mengajukan capres, presiden mendatang'. Harap hati-hati, karena Allah lah keputusan akhir. Kalau untuk membangkitkan semangat boleh, untuk memotivasi diri boleh, tapi Saya harapkan hati-hati karena politik adalah politik," tutup SBY.
(vid/kff)










































