'Kapten' Pencurian Bermodus Pecah Kaca Mobil Ditembak Mati

'Kapten' Pencurian Bermodus Pecah Kaca Mobil Ditembak Mati

- detikNews
Senin, 10 Mar 2014 13:37 WIB
Jakarta - Seorang pencuri bermodus pecah kaca dan gembos ban mobil, Yanto, ditembak mati petugas karena melarikan diri saat dilakukan pengembangan. Ia diduga 'kapten' yang mengepalai sindikat pencurian dengan modus pecah kaca dan gembos ban.

Peristiwa ini bermula ketika tim gabungan Subdit Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Kabupaten Bekasi menangkap sindikat pencurian barang di dalam mobil dengan modus pecah kaca dan gembos ban.

Saat itu, polisi telah menangkap 3 tersangka yakni AS alias Mat (47), SL (64) dan HES (30) di Kampung Kandang, Kelurahan Ujung Harapan, Kota Bekasi, Rabu (5/3) pukul 20.00 WIB.

"Dari keterangan ketiga tersangka yang ditangkap itu, kemudian muncul nama Yanto yang merupakan kaptennya," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan, Senin (10/3/2014).

Keterangan para tersangka itu kemudian ditindaklanjuti untuk menangkap Yanto. Yanto kemudian dipancing untuk manangkap Yanto. Yanto kemudian tertangkap pada Sabtu (8/3) dini hari di kawasan EJIP, Kabupaten Bekasi.

"Dari keterangan Yanto kemudian muncul nama AS dan dia juga mengakui pernah melakukan kejahatan serupa bersama BR (DPO)," imbuhnya.

Polisi kemudian meminta Yanto untuk memancing BR keluar. Kepada polisi, Yanto mengaku lupa tempat tinggal BR sehingga ia mengajak polisi ke beberapa tempat. Setelah berpindah ke beberapa tempat, Yanto meminta polisi untuk berhenti di kawasan EJIP, Bekasi dengan alasan hendak kencing.

"Namun tiba-tiba pelaku berontak dan berusaha melarikan diri," ungkapnya.

Mengetahui hal itu, petugas kemudian mengejar tersangka yang mulai berlari menjauh. Petugas pun mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak 3 kali untuk menghentikan pelarian Yanto, namun tersangka tetap melarikan diri.

Petugas pun akhirnya mengeluarkan tembakan terarah untuk menghentikan tersangka. Tersangka kemudian tersungkur setelah sebutir timah panas menembus punggung hingga ke dadanya. Tersangka pun tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kabupaten Bekasi Kompol Dedy Murti mengungkapkan, Yanto merupakan kapten kelompok Palembang, yang sering beraksi di wilayah Bekasi.

"Mereka kerap membawa senjata tajam saat beraksi, untuk jaga-jaga kalau korbannya melawan. Mereka terkenal tidak segan-segan melukai korbannya jika melawan," ujar Dedy.

(mei/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads