Pasca Serangan Jeddah, AS Peringatkan Serangan Susulan
Rabu, 08 Des 2004 06:37 WIB
Jakarta - Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan terkait serangan di Konsulat AS di Jeddah, Senin (6/12/2004) lalu. Kemungkinan akan ada serangan susulan yang lebih besar dalam beberapa hari ke depan.Untuk mendukung pengamanan di Jeddah, Pentagon mengirim tim antiteror. Anggota tim itu termasuk 50 anggota marinir.Peringatan itu dikeluarkan pasca serangan milisi ke Konsulat AS. Data yang berhasil dihimpun menyebutkan, insiden di Jeddah itu berawal ketika sebuah mobil dengan sejumlah penumpang menembaki Konsulat AS.Para penyerang juga melemparkan granat dan bahan peledak ke pagar gedung. Kemudian mereka menerobos masuk ke dalam gedung dan menyandera belasan staf konsulat.Menurut pejabat setempat, Rabu (8/12/2004), beberapa staf mengaku dijadikan sandera dan perisai hidup saat terjadi baku tembak antara penyerang dengan Pasukan Keamanan Arab Saudi.Insiden itu menyebabkan 5 staf konsulat tewas. Tidak ada korban dari warga AS. Mereka berkewarganegaraan Yaman, Sudan, Filipina, Pakistan, dan Sri Lanka. Kemudian ada 4 korban tewas dari pihak kepolisian Arab Saudi.Lalu 8 staf konsulat yang sempat disandera menderita luka terserempet peluru saat dijadikan perisai hidup oleh para penyandera. Tiga penyerang tewas oleh Pasukan Keamanan Arab Saudi. Sedangkan dua penyerang lainnya menderita luka tembak dan langsung ditahan.
(rif/)











































