Pertemuan Pengurus Golkar Ricuh, Irsyad Sudiro Nyaris Dipukul

Pertemuan Pengurus Golkar Ricuh, Irsyad Sudiro Nyaris Dipukul

- detikNews
Selasa, 07 Des 2004 16:58 WIB
Jakarta - Pertemuan antara Korwil Jatim dan Bali DPP Partai Golkar Irsyad Sudiro dengan pimpinan DPD-DPD Golkar se-Jawa Timur di gedung DPR berakhir ricuh. Bahkan, Irsyad Sudiro nyaris dipukul oleh salah seorang peserta pertemuan. Pertemuan itu berlangsung di ruang Fraksi Partai Golkar DPR di lantai 13, gedung Nusantara I, gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (7/12/2004). Pertemuan itu berakhir pukul 14.00 WIB. Pertemuan itu digelar terkait Musda Golkar Jatim pada akhir November lalu yang berakhir dengan kontroversi. Nah, seusai pertemuan itulah terjadi cekcok mulut antara Irsyad dengan para ketua DPD Golkar dari Jatim itu. Bahkan, nyaris terjadi baku hantam, bila seorang dari mereka melerainya. Saat meninggalkan ruangan pertemuan itu, Irsyad Sudiro didatangi oleh Hartono, ketua DPD Golkar Bangkalan, Madura. Setelah adu mulut, Hartono kemudian mencengkeram kerah baju Irsyad Sudiro sambil berteriak, "Kamu mau menghancurin Golkar?" Saat itu, Hartono sudah bersiap mengayunkan tangannya ke arah Irsyad. Namun, aksi Hartono itu dilerai oleh rekan-rekannya. Salah seorang dari mereka Ny. Yayuk Sri Rahayu, ketua DPD Golkar Ngawi menahan ayunan tangan Hartono itu dari belakang. Akhirnya, oleh Muhayan Hasan, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Irsyad dan Hartono dilerai dan dipisahkan. Para ketua DPD Golkar ini akhirnya dibawa Muhayan ke ruangannya untuk menenangkan diri. Menurut Yayuk, sebenarnya kedatangan para ketua DPD Golkar ke Jakarta untuk menyampaikan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan pejabat ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur Ridwan Hisjam. Ridwan dianggap telah menunjukkan sikap arogan dan tidak menghargai orang lain. Salah satunya, menurut Yayuk, Ridwan Hisjam telah bertindak arogan dengan mengusir peserta Musda Golkar Jatim Soenarjo. Ridwan melarang Soenarjo, yang berasal dari unsur Soksi, mengikuti Musda. "Akhirnya, Musda pun ditunda secara sepihak oleh Ridwan Hisjam, tanpa persetujuan Musda," ungkap Yayuk. Para ketua DPD Golkar se-Jatim ini sebenarnya sudah meminta Korwil untuk merekomendasikan agar Musda Golkar Jatim digelar lagi. "Tapi, oleh Korwil (Irsyad Sudiro) tidak difollow up. Alasannya, ketua umum sibuk dan akan dibicarakan di rapat pleno. Kenyataannya, tidak pernah terlaksana rapat pleno itu," jelas Yayuk. Rencananya, para ketua DPD Golkar se-Jatim ini akan menemui Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung untuk menyampaikan aspirasi yang sama. Rencananya, mereka paling lambat bertemu Akbar pada Rabu (8/12/2004) besok. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads