"Insya Allah kalau ada kesalahan, kami tidak perlu lagi diperiksa jadi cukup kita mengundurkan diri, saya kira budaya malu perlu ditegakan," kata Aswanto usai disahkan sebagai hakim MK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/3/2014)
Aswanto dan Wahiduddin Adams disahkan DPR menjadi hakim konstitusi lewat rapat paripurna hari ini. Dirinya akan menghindari lobi politik.
"Insya Allah saya kira kami akan menghindari itu. Menghindari itu karena tugas dan fungsi MK sudah jelas sebagaimana ada dalam konstitusi," ujar Aswanto.
Sementara itu, Wahiduddin Adams bersyukur menjadi hakim MK. Dirinya juga akan menolak lobi-lobi politik rawan manipulasi kasus.
"Seorang negarawan tentu begitu," kata Wahiduddin.
(dnu/rvk)











































