Sejumlah terobosan yang mesti diprioritaskan oleh Ahok antara lain perbaikan birokrasi, transportasi, tata kelola Jakarta sebagai Ibu Kota negara dan pusat jasa pelayanan publik.
βSejauh ini kita tidak pernah berhenti berharap munculnya pemimpin Jakarta yang mampu melakukan program pembangunan dan bisa menghadapi masalah krusial seperti banjir serta macet,β kata Siti yang juga pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ini kepada detikcom, Rabu (5/3) kemarin.
Apabila nantinya Joko Widodo mundur dari posisi sebagai Gubernur DKI Jakarta, maka Ahok sebagai wakil yang akan menggantikannya. Ini sesuai dengan Undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Menurut Siti, saat memimpin Jakarta Ahok memerlukan seorang pendamping yang satu chemistry dan saling melengkapi.
Sementara pengamat politik dari Universitas Indonesia Ari Junaedi mengatakan, Ahok harus memiliki wakil yang bisa mengimbangi karakternya yang ceplas ceplos. Sosok yang pas mendampingi Ahok adalah orang yang memiliki karakter sama dengan Jokowi.
Menurut dia, jika Ahok memiliki wakil dengan karakter yang sama keras, maka dikhawatirkan malah bisa saling menjatuhkan.
Siti dan Ari sepakat bahwa Jokowi dan Ahok merupakan pasangan kepala daerah yang kompak. Selain punya kualitas dan bersih, dua sosok ini dinilai benar-benar memikirkan kepentingan masyarakat. Hal ini pula yang membedakan dengan pasangan kepala daerah yang cenderung bercerai karena tidak punya persamaan pola pikir.
βKeduanya punya karakter saling melengkapi, punya pola komunikasi dan kepemimpinan yang jadi kunci keberhasilan memimpin Jakarta. Kalau saya rasa pendamping Ahok tentunya orang seperti Jokowi,β kata Ari kepada detikcom, Rabu (5/3) kemarin.
Namun Ari mengingatkan agar Ahok memilih bawahan yang bisa mengikuti ritme kerja dia selama ini. βCari pola pikir yang sama. Saya rasa enggak masalah kalaupun nanti misalkan Jokowi terpilih jadi presiden. Asalkan dwi tunggal ini masih ada seperti Ahok jadi gubernur,β kata dia.
Peluang Ahok menjadi gubernur DKI Jakarta terbuka setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dipastikan bakal mengajukan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden. Sesuai Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, maka Ahok akan menjadi orang nomor I di Jakarta.
βAku mau jadi presiden saja siap, masa mau jadi gubernur enggak siap,β kata Ahok kepada detikcom di ruang kerjanya Rabu kemarin.
Lalu siapa sosok yang cocok mendampingi Ahok nanti?
(erd/erd)











































