Anwar Ibrahim Puji Perkembangan Demokrasi di Indonesia
Selasa, 07 Des 2004 11:52 WIB
Jakarta - Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menilai perkembangan demokrasi di Indonesia sangat baik. "Saya lihat jauh lebih mantap. Saya selama ini selalu mengikuti perkembangan demokrasi di Indonesia," katanya.Pernyataan ini disampaikan Anwar Ibrahim usai bertemu Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ginandjar Kartasasmita dan Wakil Ketua DPD Irman Gusman di Gedung Nusantara III lantai delapan di kompleks DPR/MPR, Jl. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Selasa (7/12/2004).Pertemuan tersebung berlangsung selama satu jam sejak pukul 09.30 WIB. Sebelumnya Anwar sempat bertemu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Agung Laksono di Hotel Mulia, Senayan. Dan saat ini ia sedang bertemu Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid dan pimpinan MPR lainnya di Gedung Nusantara III.Menurut Anwar, pembahasan panjang yang berlangsung di MPR membantu merumuskan suatu kaidah strategis pelaksanaan yang cukup baik. "Walau pun menurut Pak Ginandjar ada beberapa hal yang memprihatinkan mereka dan mau dikemaskan lagi. Itu hal yang wajar dalam suatu negara bebas dan demokrasi."Anwar juga memuji sistem dua kamar dalam MPR yang terdiri dari dua kamar, yakni terdiri DPR dan DPD. "Sangat menarik dan bisa menjadi suatu model yang dipelajari dan diterapkan oleh negara-negara Jiran," katanya. Khusus mengenai masalah keamanan di Asia, Anwar menyatakan masalah keamanan sebaiknya diselesaikan tanpa melibatkan kekuatan asing. "Secara prinsip saya dukung kerja sama bilateral atau multilateral. Saya sangat keras menganjurkan pimpinan-pimpinan negara supaya melihat permasalahan keamanan, security, atau teror dari sudut kita. Jangan didikte oleh kekuatan asing."Lalu dilanjutkannya, "Umpamanya kalau benar ada sel ganas yang benar bersalah, hadapkan ke mahkamah, ambil tindakan yang cukup tegas, jangan kompromi. Kemudian jangan mengambil tindakan atau membawa ke pengadilan kasus-kasus karena adanya tekanan asing. Ini berbahaya. Ini yang saya rasa perlu kita tangani."Mengenai pernyataan PM Malaysia Abdullah Badawi yang mengimbau pemimpin negara-negara lain untuk tidak bertemu dengannya, Anwar tidak mempermasalahnya. "Bagi saya tidak ada masalah. Silakan saja. Itu pendapat beliau. Tapi terserah pemimpin masing-masing negara yang berdaulat dan merdeka untuk mengambil kebijakan."
(gtp/)











































