"Kalau uang perampokannya biasanya buat dia senang-senang saja. Kalau bukan buat mabuk ya untuk judi atau main perempuan di Bongkaran (Tanah Abang)," kata Kapolsek Tanah Abang AKBP Kus Subiantoro kepada detikcom, Senin (3/3/2014).
Kus mengatakan, perampokan disertai pelecehan ini bukan yang pertama kali dilakukan pria asal Wamena, Papua, itu. Selain di DPR, Ivan juga merampok di Tanah Kusir dan Ciputat. "Di lokasi-lokasi itu juga ada laporan tentang dia," katanya.
Saat ditangkap, Ivan sempat melawan sehingga polisi harus menembak kakinya. Ivan menderita luka tembak di betis sebelah kanan. Residivis kasus perampokan itu sudah tiga kali keluar masuk Lapas Cipinang.
Ivan merampok seorang karyawati swasta dengan menekankan tangannya ke dada perempuan tersebut, pada Sabtu (1/3) lalu sekitar pukul 08.00 WIB. Karena takut, korban terpaksa menyerahkan uangnya sebanyak Rp 1,2 juta kepada Ivan.
(nal/nrl)











































