"Hingga Sabtu (22/2) pukul 16.00 WIB, pengungsi erupsi Gunung Kelud di Kediri masih 7.109 jiwa (43 titik), di Kota Batu 44 jiwa (1 titik), di Malang 1.832 jiwa, Blitar 136 jiwa dan di Jombang 252 jiwa," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (23/2/2014).
Menurutnya, sebagian besar pengungsi yang tersisa ini karena rumahnya rusak berat sehingga untuk sementara tetap di pengungsian sambil menunggu perbaikan rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemulangan pengungsi dibantu oleh aparat. Misal di Malang pengungsi diangkut 52 truk dari TNI, Polri dan BPBD. Air bersih dilayani 9 mobil tangki air dari PDAM Kab Malang dan Kem PU. Bahkan pengungsi juga dibekali logistik.
"Dengan demikian ada 78.256 jiwa pengungsi yang telah kembali ke rumahnya. Total pengungsi terbanyak dari erupsi G. Kelud tercatat 87.629 jiwa pada 17 Februari," ujarnya.
Sutopo mengatakan, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, sebagai koordinator cluster pemulangan pengungsi terus memantau jalannya pemulangan pengungsi. Logistik mencukupi hingga 5 hari ke depan.
Sementara, hari ini kebutuhan material untuk perbaikan rumah akan dikirim ke desa-desa yang banyak rumah rusak. Senin (24/2), TNI, Polri, SKPD dan relawan akan dikerahkan untuk perbaikan rumah, air bersih dan listrik.
"Pemda Jatim telah mengalokasikan Rp 100 milyar dari APBD untuk penanganan bencana erupsi Gunung Kelud. Pemerintah pusat akan mendampingi kebutuhan-kebutuhan ekstrem yang tidak tertangani Pemda," ucapnya.
(/rvk)











































