Sekitar 100 ribu peserta dari berbagai wilayah diperkirakan akan menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, nanti malam. Polda Metro Jaya menyatakan siap mengamankan agar acara itu berjalan lancar.
"Perlu saya sampaikan bahwa kegiatan zikir dan doa kebangsaan ini akan dihadiri kurang lebih seratus ribu peserta, dari Jakarta, Jawa Barat, Banten dan wilayah penyangga lainnya," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono dalam apel sambutan di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).
Dekananto mengatakan kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan ini merupakan agenda nasional rangkaian HUT RI ke-81. Dia meminta anggotanya tidak menganggap kegiatan ini sebagai kegiatan normatif biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengingatkan kembali bahwa ini adalah agenda nasional, sehingga tidak boleh dianggap kegiatan yang normatif atau kegiatan yang biasa-biasa saja," ujarnya.
Polda Metro Jaya siap mengamankan Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Sebanyak 1.263 personel gabungan dikerahkan.
"Jadi besok, hari Sabtu, 1 Agustus akan dilaksanakan zikir dan doa kebangsaan dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-81. Sebanyak 1.263 personel gabungan terdiri dari Polda Metro Jaya serta TNI dan pemerintah daerah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (31/7).
Budi mengatakan akses masuk dan keluar kawasan Monas untuk umum disediakan di pintu timur, tenggara, dan Lapangan Ikada. Sementara itu, tamu VIP diarahkan ke pintu barat Monas.
"Personel ditempatkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh peserta yang hadir, termasuk kegiatan aktivitas masyarakat secara rutin," jelasnya.
Budi menambahkan, pihaknya juga menyediakan kantong-kantong parkir untuk masyarakat. Polisi pun sudah melakukan sterilisasi lokasi acara dalam rangka rangkaian pengamanan.
Sementara itu, rekayasa lalu lintas bersifat situasional tergantung kondisi di lapangan. Pihak kepolisian siap mengamankan seluruh rangkaian kegiatan.
"Artinya, yang pertama memberikan akses kepada para peserta yang hadir dalam doa bersama dan zikir di Monas. Yang kedua terhadap seluruh masyarakat yang melaksanakan aktivitas secara rutin, ini juga harus diperhatikan sehingga tidak terganggu dalam melaksanakan aktivitas," kata dia.
"Kita sama-sama berharap kegiatan doa dan zikir bersama dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dapat sama-sama berjalan dengan aman, tertib, dan dapat dikendalikan," imbuhnya.










































