"Keterangan korban mereka ada tiga orang dan memakai topeng saat masuk ke dalam rumah," ujar Kapolsek Cipayung UA Triyono saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (21/2/2014).
Ia menganalisa ketiga pelaku masuk dengan membobol tembok benton pembatas komplek. Setelah itu mereka masuk ke dalam menggunakan linggis. "Masuk kedalam Mr Choi dan keluarga langsung diancam dengan senjata tajam," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi mendalami kawanan perampok WN Korea pemain lama. Indikasi itu dilihat dari cara masuk dan keluar kawanan tersebut melalui tembok pembatas komplek yang dijebol.
"Analisa kita melihat cara mereka masuk dan keluar melalui tembok yang dijebol kemungkinan pemain lama," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, Akbp Didik Sugiarto saat ditemui di Polsek Cipayung.
Ia menduga pelaku gunakan alat khusus untuk menjebol tembok. Pasalnya runtuhan puing bentok terjatuh ke sisi bagian tanah kosong. "Selain linggis, sepertinya ada alat khusus lain untuk membongkar benton, karena secara logika kalau dari luar benton dibongkar runtuhan akan jatoh sisi komplek, ini malah sebaliknya," imbuhnya.
Ia mengatakan jarak pemukiman penduduk yang dibatasi tembok tidak begitu jauh. Sementara jalan tersebut hanya bisa dilalui pejalan kaki. "Cuma ada jalan setepak setelah itu selokan yang lebarnya 1,5 meter, tak jauh di situ ada pemukiman warga," ungkapnya.
(edo/)











































