"Saat ini turun, tapi nanti April sampai Agustus harus waspada," kata Menko Kesra Agung Laksono dalam jumpa pers di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2014).
Agung mengatakan, lebih dari 90% karhutla disebabkan oleh ulah tangan manusia, baik individu maupun korporasi. Oleh karena itu pihaknya bekerjasama dengan aparat setempat untuk menegakkan hukum terkait aksi pembakaran lahan tersebut.
"Kami terus bekerja sama dengan aparat untuk menindak tegas oknum-oknum pembakar lahan itu," ujarnya.
Saat ini telah ditetapkan 7 perusahaan yang menjadi tersangka pelaku pembakaran hutan. Selain korporasi, pembakaran lahan juga masih banyak dilakukan warga.
"Makanya kita juga kerja sama dengan camat untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar berhenti membakar lahan," tutur Agung.
Upaya pemadaman yang dilakukan saat terjadi kebakaran hutan adalah dengan menciptakan hujan buatan atau modifikasi cuaca dan operasi pemboman air.
"Pemadaman biasa cukup sulit karena sumber api kecil saja, dipadamkan dengan beberapa truk tangki nggak habis-habis apinya," tandasnya.
(kff/rmd)











































