Para pedagang ilegal ini terkumpul di dekat pintu gerbang parkir IRTI yang menuju kawasan dalam Monas. Sementara di area lain hanya terlihat beberapa penjual yang berjalan berkeliling.
Beberapa petugas Satpol PP dan petugas keamanan Monas berjaga di dekat pintu masuk Silang Barat Daya Monas. 1 Unit kendaraan Satpol PP dan kendaraan plat merah milik petugas keamanan Monas diparkir tak jauh dari lokasi pedagang ilegal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara para pedagang yang nekat berjualan tersebut mengaku hanya ikut-ikutan. Mereka berani membuka lapak jika kawan-kawan yang lain sepakat.
"Lihat yang lain dagang, saya ikut. Kalau yang lain nggak dagang, saya juga nggak berani," ujar penjual gantungan kunci, Obet (29).
Obet sengaja tak menggelar semua barang dagangannya. Sebagian gantungan kunci ia simpan di kantong kresek besar warna hitam agar memudahkan 'pelarian' jika sewaktu-waktu Satpol PP mengusirnya.
"Biar cepat bungkusinnya, terus bisa cepat lari," ujarnya.
Obet mengaku biasanya berjualan di dekat pintu masuk monumen. Namun karena saat ini dirasa sebagai waktu rawan razia, dirinya memilih berjualan tak jauh dari pintu gerbang parkir IRTI.
(kff/gah)










































